Menciptakan Lansia Tangguh dan Mandiri Melalui Go-Lantang


Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan aplikasi yang ramah lansia bernama Go-Lantang.

2021-06-29 05:59:33

Geriatri.id--Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan aplikasi yang ramah lansia. Aplikasi yang dinamai Go Lantang ini adalah aplikasi berbasis informasi untuk lansia dan keluarga lansia. Sehingga, diharapkan bisa membantu mewujudkan lansia tangguh yang sehat, aktif, mandiri produktif dan bermartabat.

“BKKBN punya program prioritas nasional terkait dengan bina keluarga lansia, di mana saat pandemi ini membutuhkan satu cara yang sifatnya virtual yang tetap bisa melayani. Mudah-mudahan Go Lantang bisa melayani lansia dengan baik,” ujar Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo dalam video perkenalan Go Lantang di kanal Youtube BKKBN, 28/06/2021.

Tujuan dibuatnya aplikasi Go Lantang adalah untuk meningkatkan peran serta warga lansia. Tidak hanya itu, pendamping dan keluarga juga dibutuhkan untuk bersinergi mewujudkan lansia tangguh. Go Lantang juga dibuat untuk mengintegrasikan data dari berbagai institusi pemerintahan terkait lansia seperti Kemendagri, Kemensos , Kemenkes, Bappenas, BPS dan BPJS. 

Sasaran dari aplikasi Go Lantang sendiri adalah masyarakat luas, baik itu lansia, keluarga lansia, pendamping. Tidak hanya itu, kader bina keluarga lansia, pengelola program kelanjutusiaan, pengambil kebijakan terkait kelanjutusiaan juga menjadi sasaran dari aplikasi ini.

Ada beberapa fitur pendukung lansia yang terdapat di aplikasi Go Lantang ini. Salah satunya adalah artikel yang terdiri atas tips lansia, kegiatan lansia, lansia kreatif, penyakit, publikasi/materi mitra regulasi. Terdapat juga fitur pendampingan perawatan jangka panjang bagi lansia dan Pra lansia.

Aplikasi Go Lantang juga memiliki fitur temukan lokasi, di mana pengguna bisa menemukan lokasi terdekat dari pusat kegiatan lansia. Beberapa di antaranya adalah Bina keluarga lansia, panti wreda, sekolah lansia, posyandu lansia, apotik, rumah sakit dan puskesmas.

Fitur lain yang tak kalah pentingnya adalah kalkulator kesehatan. Di mana kalkulator kesehatan ini akan mencatat aktifitas harian lansia, mengukur Indeks kebahagiaan, indeks lansia tangguh, tingkat difabel dan dimensia.

Untuk fitur lainnya yang juga bermanfaat bagi lansia adalah infografis seputar lanjut usia. Ada juga agenda yg bisa digunakan untuk mencatat informasi terkini seputar kegiatan lansia. Ada juga e-katalog yang berisi katalog produk lansia, permainan dan video. (Dewi Retno untuk Geriatri.id)

Lansia,Aplikasi Lansia,Go Lantang,Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,BKKBN,Hasto Wardoyo

ARTIKEL LAINNYA

Layanan Konsultasi bagi Jamaah Haji Lansia dan Keluarga

Libur 4 Hari Tanpa Ribet, Naik TransJakarta Aja!

Memahami Hipertensi (4): Proses Terjadinya Hipertensi pada Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026