Tips Lansia Sehat dan Sejahtera dari Haryono Suyono


Berita Lansia - “Melihat sesuatu dari segi yang positif, tidak melihat hal-hal yang menyedihkan,” ujar Haryono saat menjadi tamu dalam Seminar Nasional Kesehatan Lanjut Usia yang digelar Kementerian Kesehatan.

2021-06-18 05:51:59

Geriatri.id - Menjadi lansia bukan menjadi halangan bagi Prof. Dr. Haryono Suyono M.A Ph. D, untuk makan makanan kesukaanya, yaitu sate. Pria kelahiran Pacitan, Jawa Timur pada tanggal 6 Mei 1938 ini juga selalu memandang hidup dengan optimistis.

Haryono berbagi tips agar lansia tetap sehat, bahagia, dan sejahtera.

“Melihat sesuatu dari segi yang positif, tidak melihat hal-hal yang menyedihkan,” ujar Haryono saat menjadi tamu dalam Seminar Nasional Kesehatan Lanjut Usia yang digelar Kementerian Kesehatan, Kamis (17/06/2021).

Haryono adalah Menko Kesra Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah Presiden BJ Habibie.

Ia dikenal sebagai Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang terkenal dengan program Keluarga Berencana di era Presiden Soeharto.

Haryono bercerita bagaimana ia masih mengingat dengan jelas kenangan saat masih kecil. Ia ingat betul diminta menghormat ke bendera Jepang dan menyanyikan lagu-lagunya.

“Saya juga ingat masa SD, SMP, SMA, karena selalu diingat,” ujarnya.

Haryono yang juga merupakan Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) ini memaparkan, menjadi lansia yang sehat dan sejahtera itu harus disongsong dengan gembira. Ia sendiri memiliki kebiasaan untuk menulis apa yang sudah ia jalani hari ini. 

Kebiasaan itu sudah ia lakukan sejak masih muda. Dan menurutnya untuk bisa menjadi lansia yang sehat dan sejahtera, harus disiapkan sedini mungkin.

Perlu persiapan sejak lahir, ketika bayi harus dicintai oleh orang tua. 

Selalu diberikan imunisasi sejak bayi sampai dengan dewasa.

Melakukan vaksinasi sebelum menikah yang sangat dianjurkan.  Kesehatan ibu hamil juga diperhatikan, sehingga bisa menjadi lansia yang sehat dan cerdas.

Apalagi di masa pandemi ini, di mana ada larangan berkumpul. Maka ada baiknya kebiasaan juga harus berubah. Posyandu yang harus jemput bola, mendatangi ibu hamil dan balita secara bergiliran.


Sementara bagi lansia, harus tetap taat pada protokol kesehatan. PWRI sendiri menganjurkan untuk memperkuat 5M. “Lansia tidak perlu takut untuk vaksinasi,” ujarnya. 

Selain menjaga kesehatan melalui vaksinasi atau imunisasi, hal lain yang harus diperhatikan adalah gizi.

Daya tahan tubuh yang baik bisa didapatkan dari gizi yang baik. Gizi ini bisa diperoleh salah satunya dari sayuran dan buah. 

Sayuran dan buah ini bisa didapat dari halaman sendiri dengan menjadikan halaman rumah sebagai kebun bergizi.

Keluarga bisa memilih sayur-sayur uang paling cocok dan cepat ditanam, misalnya: kelor dan kangkung. 

Olah halaman sangat dianjurkan, bukan teori lagi tapi jadi anjuran nasional. Kegiatan ini harus dijadikan semacam idola baru. 

Nantinya, tiap rumah punya halaman rumah yang bisa berubah menjadi ladang sayur.

“Tempat ikan yang ada di halaman rumah. Biar pun sempit masih tetap bisa,” ujar mantan Menkokesra ini.

Pemanfaatan lahan ini bisa diajarkan pada anak sedari dini. Menurut Haryono, ajakan untuk memelihara harus dimulai sejak taman kanak-kanak.

“Anak-anak diajar nyiram tanaman, menanami halamannya,” ujar kakek 9 cucu ini.

Pihkanya sendiri, menurut Haryono, sudah menganjurkan pada Dirjen Pendidikan Dasar untuk mengembangkan kurikulum pagi.

Di mana anak-anak sebelum pelajaran daring dimulai diajari seperti mengumpulkan sampah untuk dijadikan pupuk, menanam dan menyiram. 


Kegiatan ini bisa membuat lansia punya kegiatan baru.

Lansia akan bertindak seakan-akan seperti dosen atau guru yang mengajari anak atau cucunya. Sehingga nantinya lansia punya kesibukan yang berarti.

“Dan mudah-mudahan alzheimer menghilang karena dia tetap aktif, “ tuturnya lagi.

Haryono bahkan menganjurkan, pemanfaatan lahan ini bisa dilakukan per 5 keluarga di lingkungan sendiri.

Lansia bisa pergi ke sawah dan menanam sayur di antara padi-padian yang ada. Menurutnya, inovasi ini jika disebarluaskan ke berbagai kalangan, bisa menjadi usaha kecil di lingkungan desa.

“Diharapkan menjadi kebiasaan baru bagi lansia,” ujarnya.*** (Dewi Retno untuk Geriatri.id)

Video Lansia:

Lansia,Haryono Suyono,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia,geriatri,tips lansia,tips lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026