
Geriatri.id--Pemberdayaan lanjut usia (lansia) merupakan kegiatan atau proses peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan lansia. Pemberdayaan lansia jika merujuk UU RI No. 13/1998, itu artinya lansia tetap dapat melaksanakan fungsi soialnya dan berperan aktif secara wajar, dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam webinar Lansia Sehat Lansia Berdaya, Sabtu 5 Juni 2021, dr. Orie Andari, MBA membawakan materi Pemberdayaan Lansia, Dari, Oleh dan Untuk Lansia. dr. Orie yang merupakan Ketua Yayasan Pelita Usila (YPU) juga menjabarkan kegiatan yang dilakukan oleh YPU.
Ia menjelaskan YPU, saat ini telah melakukan kegiatan mandiri atau kerjasama dengan pemerintah, swasta dan badan internasional.
Mereka juga telah memberikan masukan dan saran untuk pemerintah pusat dan daerah.
Tidak hanya itu, YPU juga telah banyak melakukan edukasi kepada masyarakat.
Menurut dr. Ori, pemberdayaan lansia ini juga sebagai upaya peningkatan kesehatan keluarga.
Selain itu juga mendorong lansia untuk berperilaku sehat dan berpartisipasi mengembangkan perilaku sehat. Sehingga lansia mampu memberi solusi bila diperlukan dalam keluarga dan masyarakat.
Menua dengan sehat adalah upaya meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik.
Tidak hanya itu, kualitas hidup keluarga juga meningkat dengan adanya pemberdayaan dan kontribusi lansia.
Lansia sendiri masih punya hak untuk berpartisipasi dalam mengambil dan mempengaruhi keputusan.
Selain itu, lansia mempunyai kewajiban yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebagai orangtua, dengan pengetahuan dan pengalamannya, lansia bisa membimbing dan memberikan nasehat di lingkungan keluarga.
Lansia juga bisa memberikan keteladanan dalam segala aspek kehidupan kepada generasi penerus.
“Kita harus hormat kepada orangtua,” ujar dr. Ori.
Lebih jauh dr. Ori menjelaskan, mewujudkan lansia sehat, mandiri, aktif dan produktif harus dimulai dari keluarga. Karena pengaruh status kesehatan berbeda di setiap siklus kehidupan.
Permasalahan kesehatan keluarga ini juga masih banyak seperti kekurangan gizi, penyakit menular dan tidak menular juga kesehatan lingkungan.
Pemberdayaan lansia sendiri hanya bisa dilakukan pada lansia mandiri dan/atau yang kertegantungannya ringan.
Selain itu lansia juga bersedia diberdayakan, memiliki kemauan dan kemampuan. Kendala yang sering terjadi pada lansia untuk memberdayakan diri adalah sifat pelupa dan kesehatan yang kurang mendukung.
Sementara dari pihak keluarga biasanya karena ada anggota keluarga yang merasa lebih pintar.
Atau keluarga lebih membutuhkan lansia untuk membutuhkan keluarga menjaga cucu. Juga adanya keluarga yang tidak mengerti dengan kesehatan.
Kendala-kendala itu bukan hanya datang dari diri lansia dan keluarga, tapi juga masyarakat.
Masih tingginya rasa tidak percaya dengan pemberdayaan kader lansia.
Kurangnya ketertarikan masyarakat dengan informasi kesehatan dan masalah kesehatan banyak.
Sebagai manusia, kita harus bisa memberdayakan lansia. Karena jika lansia terlalu dijaga, tidak disuruh berolahraga, diberi makanan yang tidak seimbang, malah akan timbul banyak penyakit.***(Dewi Retno untuk Geriatri.id | Foto Pixabay)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri