#TanyajawabIDI, Vaksinasi Penting dan Aman Bagi Penduduk Usia di Atas 50 Tahun


Berita Lansia - Dalam acara bincang-bincang #TanyajawabIDI, DR. Dr. Sukamto Sp.PD KAI membahs tema mengenai Amankah Vaksin Untuk Usia 50 Tahun Ke Atas?

2021-06-05 05:21:49

Geriatri.id - Program vaksinasi tahap ketiga sudah dimulai dan kali ini pemerintah membidik kelompok berusia 50 tahun ke atas. Namun begitu, masih saja banyak yang ragu untuk datang ke tempat vaksin untuk mau divaksinasi. 

Dalam acara bincang-bincang #TanyajawabIDI, DR. Dr. Sukamto Sp.PD KAI membahs tema mengenai Amankah Vaksin Untuk Usia 50 Tahun Ke Atas?. Menurut Dr. Sukamto sebelum divaksin baiknya mempersiapkan diri.

“Yang akan divaksin, syaratnya harus ikhlas, kemauan sendiri,” ujarnya.

Menurut Dr. Sukamto, untuk bisa memahami pentingnya vaksinasi, kita harus tahu dulu penyebab tubuh menjadi sakit.

Kita harus menegerti ada yg namanya faktor host atau tubuh kita sebagai inang.

Ketahanan tubuh kita, fisik, psikis yang satu sama lain berhubungan untuk menahan supaya penyakit infeksi tidak masuk. 

Oleh karena itu, sebagai inang, kita harus menjaga tubuh kita dengan melakukan protokol kesehatan.

Sehingga walaupun belum divaksin, jika ada virus yang mau masuk jadi tidak bisa karena terhalang masker.

Namun jika ada virus yang bisa masuk, maka selaput lendir akan menahan ini dan mengeluarkan sistem pertahanan yang spesifik.

“Pertahanan yang spesifik akan bekerja dan yangg menyaring adalah “tentara” yang ada dalam tubuh. Nah, vaksin tujuannya adalah memunculkan “tentara” yang khusus ini, “paparnya. 

Lalu bagaimana dengan efikasi dari vaksin Covid-19 yang saat ini ada di Indonesia?

Apakah vaksin-vaksin ini bisa memunculkan “tentara” yang dibutuhkan oleh tubuh?

Dr. Sukamto menyebutkan efikasi vaksin ini baru terlihat jika membandingkan antara orang yang sudah divaksin dan belum.

Ia mencontohkan vaksin Sinovac yang menurut laporan dari Kemenkes efikasinya adalah sekitar 65%.

Namun, ternyada ditemukan fakta di lapangan pada tenaga kesehatan yang sudah divaksin, efektifitas vaksin bekerja lebih dari 95%.

“Ini jika dibandingkan dengan mereka yang belum menjalani vaksinasi,” tambahnya.

Lebih jauh Dr. Sukamto juga menjelaskan kalau semua vaksin yang beredar sudah memenuhi syarat dari WHO.

Salah satunya adalah memenuhi standar efikasi yang ditetapkan oleh WHO, yaitu di atas 50%. Dan BPOM dalam mengeluarkan izin juga tidak asal, karena atas refernsi dari peneliti dan laporan yang ada. 

Jadi baiknya, masyarakat jangan bingung dan tidak perlu menunggu lagi. Jika sudah waktunya divaksin, baiknya segera memanfaatkannya.

Karena makin banyak yang divaksin, makin cepat terbentuk kekebalan imunitas atau herd immunity. 

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak memilih-milih vaksin yang ada. Karena kebutuhan vaksin banyak, pemerintah mengupayakan bagaimana caranya bisa mendapatkan sebanyak-banyaknya vaksin.

Untuk saat ini selain sinovac, ada vaksin yang masuk dari donasi dan kerjasama, seperti Astra Zeneca dan Sinopharm.***(Dewi Retno untuk Geriatri.id | Foto Pixabay)

Vaksinasi,Lansia,Ikatan Dokter Indonesia (IDI),DR Sukamto,Sinovac, Sinopharm,Astra Zeneca,geriatri,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026