Osteoporosis Masih Jadi Ancaman Bagi Lansia


Berita Lansia - Osteoporosis masih menjadi masalah global yang berkembang.

2021-05-28 19:41:27

Geriatri.id - Lansia memang rentan mengidap berbagai penyakit tidak menular seperti jantung dan stroke. Namun, ada satu penyakit yang saat ini menjadi ancaman nyata bagi para lansia.

Penyakit itu adalah osteoporosis atau kerapuhan tulang.

Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) dr. Bagus Putu Putra Suryana mengatakan, osteoporosis masih menjadi masalah global yang berkembang.

Lebih dari 10 juta orang di seluruh negeri diperkirakan menderita osteoporosis.

"Seiring bertambahnya usia, manusia akan kehilangan lebih banyak kepadatan tulang. Jika terjadi terus-menerus menyebabkan osteoporosis sehingga berisiko mengalami patah tulang," ujar dr. Bagus, di acara media briefing yang berlangsung secara virtual, Jumat (29/5/2021).

Dalam acara bertajuk: "Rayakan Lansia Sehat, Aktif dan Bahagia" itu, dr. Bagus mengatakan, investasi kesehatan tulang, sendi, dan otot agar tetap kuat merupakan tujuan yang penting dilakukan setiap orang dengan usia berapa pun, untuk memastikan kesehatan secara menyeluruh di setiap tahap kehidupan.

Berdasarkan data Oganisasi Kesehatan Dunia (WHO), 50% kejadian patah tulang disebabkan oleh osteoporosis.

"Patah tulang dapat menyebabkan rasa nyeri, disabilitas, deformitas hingga meningkatkan risiko kematian akibat komplikasi medis," ujarnya.

Lantas bagaimana menjaga kepadatan tulang agar terhindar dari ancaman osteoporosis?

Terkait hal ini, dr. Bagus menyarankan beberapa hal berikut:


1. Mengonsumsi kalsium 1.000 miligram setiap hari untuk wanita berusia di bawah 50 tahun dan pria berusia di bawah 70 tahun, serta 1.200 miligram setiap hari untuk wanita berusia di atas 50 tahun dan pria berusia di atas 70 tahun.

2. Asupan vitamin D yang cukup untuk membantu penyerapan dan pemasukan kalsium ke dalam tulang.

3. Olahraga menahan beban secara teratur, bisa dimulai dengan berjalan 15-20 menit setiap harinya

4. Mengurangi kafein dan alkohol, berhenti merokok

5. Mencukupi kebutuhan nutrisi lainnya seperti kalium, protein, dan mineral agar penyerapan kalsium dan pembentukan tulang baru berlangsung optimal dalam tubuh.***

Geriatri.id

Ilustrasi - Lansia olahraga latihan beban (depositphotos)

lansia, lansia sehat,merawat lansia,geriatri,osteoporosis

ARTIKEL LAINNYA

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026