Pentingnya Lansia Tetap Aktif dan Periksa Kesehatan 


Berita Lansia - Ketua PB PERGEMI Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD-KGer, M.Epid, FINASIM mengatakan pemeriksaan terhadap lansia menjadi upaya pencegahan agar penyakit yang mungkin diderita lansia tidak semakin parah.

2021-05-23 06:07:26

Geriatri.id--Seiring bertambahnya usia, setiap orang akan mengalami penurunan fungsi tubuh. Lansia kerap mengalami berbagai masalah kesehatan. Untuk itu, Oma Opa harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan tetap aktif berolahraga.

Ketua PB Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI) Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD-KGer, M.Epid, FINASIM mengatakan pemeriksaan terhadap lansia menjadi upaya pencegahan agar penyakit yang mungkin diderita lansia tidak semakin parah. Pemeriksaan dapat dilakukan rutin minimal setahun sekali. 

Prof Siti mengatakan lansia biasanya mengalami setidaknya 5-10 jenis masalah kesehatan, seperti  pneumonia, hipertensi, diabetes, stroke, katarak, dan sarkopenia/penurunan massa otot.

Paparan radikal bebas  pun dapat mempercepat dan memperburuk proses penuaan. Selain itu juga ada gangguan psikologis seperti demensia, depresi, dan penurunan kapasitas fungsional sehingga membutuhkan caregiver

“Untuk itu, disarankan agar lansia melakukan pemeriksaan rutin minimal setahun sekali," kata Prof Siti dikutip dari Antara.

Siti juga menyarankan lansia tetap aktif melalui olahraga rutin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencetuskan konsep active aging sebagai proses optimalisasi kesempatan kesehatan, partisipasi, dan keamanan guna meningkatkan kualitas hidup seiring bertambahnya usia.

Semua orang dapat dan perlu menciptakan lingkungan yang memungkinkan seseorang terus aktif dan sehat, serta berfungsi dengan optimal secara fisik, sosial, maupun psikologis dalam kehidupan sehari-hari sampai berapa pun usia.

Saat seseorang menua, terjadi perubahan-perubahan fisik yang berujung penurunan kondisi, mulai dari bagian luar seperti kulit dan wajah, diikuti juga perubahan bagian dalam tubuh, seperti penurunan kerja organ tubuh yang bisa mempengaruhi kualitas kesehatan.

Untuk memelihara kesehatan, lansia juga perlu menjaga asupan nutrisi.

Spesialis gizi klinik sekaligus dosen ilmu gizi di Universitas Indonesia, Fiastuti Witjaksono, mengatakan nutrisi yang tepat tak hanya untuk membantu pemeliharaan kesehatan dan mengurangi timbulnya penyakit kronis.

"Nutrisi harian yang mengandung protein, serat, Omega-3 dan 6, vitamin, mineral serta antioksidan sangat penting untuk menjaga kesehatan lansia, terutama untuk menjaga agar lansia tetap aktif," katanya.


Fiastuti mengingatkan orang tua, khususnya yang berusia lebih dari 60 tahun, cenderung lebih rentan terhadap kekurangan nutrisi dan berbagai masalah gizi lain, bahkan bisa sampai mengalami malnutrisi.

Oleh karena itu, keluarga perlu memastikan lansia mendapatkan nutrisi harian yang dibutuhkan.

Nutrisi tersebut bisa dipenuhi dengan mengonsumsi lebih banyak buah, sayuran, daging tanpa lemak, serta ikan.

Para lansia juga disarankan mengonsumsi nutrisi tambahan seperti susu karena mudah dicerna, terutama susu yang kaya kandungan tinggi protein, vitamin D, vitamin B-12, kalsium, dan serat.***(ymr | Antara | Foto Pixabay)

Lansia,Lansia Aktif,Siti Setiati,Prof Ati,Nutrisi,Pergemi,Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia ,Fiastuti Witjaksono,Universitas Indonesia,lansia sehat,lansia bahagia,berita lansia,lansia online,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

Mata Juga Perlu Dicek Secara Rutin

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026