Geriatri.id - Caregiver adalah orang yang memberikan jasa perawatan atau pengasuhan bagi orang lain. Caregiver dapat merawat seseorang yang membutuhkan bantuan dan perhatian khusus dalam menjalankan kesehariannya.
Kebanyakan orang mengidentikkan arti caregiver sebagai perawat manula atau lansia.
Ketua Forum Bandung Sehat dan Istri Wali Kota Bandung, Hj. Siti Mumtamah, S.AP., menyebutkan Bandung yang didapuk sebagai kota ramah lansia, terus menyiapkan relawan lansia.
Saat ini dari 1591 RW di Kota Bandung, ada 3 caregiver atau relawan lansia. Relawan-relawan ini diberikan edukasi pendampingan oleh pemerintah kota.
Relawan lansia ini bertugas di pos windu sebuah pos pelayanan umum untuk para lansia.
Relawan ini akan mendatangi para lansia yang tidak bisa mendatangi poswindu. Utamanya adalah membuat lansia perasaannya bisa dimengerti.
Lansia bukan hanya ingin dilayani tapi juga dibahagiakan, ditenangkan, ditentramkan dan dihormati.
Sejauh ini, menurut wanita yang akrab disapa Umi, pemerintah daerah baru bisa menyediakan relawan.
Relawan-relawan ini tidak mendapatkan insentif apapun atas kerja mereka. Oleh sebab itu, mereka yang ingin menjadi relawan harus yang lahir dari hati.
Yang terpenting mereka dihargai dan dihormati, bagaimana lansia mereka terhormat, lansia senang dimintai nasehat dan sentuhan.
Pendapat senada dilontarkan oleh Dra. Psi. Tati Indarto (Psikolog senior), dr. Johny Sulistio (Dokter senior), Dra. Psi. Indriati Makki (Psikolog senior), anggota tim penulis Buku “Menuju Senja Indah--Tragedi Ketidakpahaman (Caregiver Lansia/Demensia). Menurut dr. Johny caregiver diperlukan yang ada hatinya, karena kalau ada hatinya akan diperhatikan maunya apa dan bisa distimulasi dengan cara apa.
Yang bisa diperhatikan caregiver untuk bisa lansia bahagia adalah rasa aman.
Caregiver baiknya mereka yang profesional, ada hubungan keluarga, punya hati dan perasayaan sayang.
Caregiver juga perlu belajar jadi pemerhati orang yang dirawat, tujuannya untuk mencari pintu masuk dan stimulasi.
Usahakan mencari hal kecil yang bisa dideteksi dan bisa jadi stimulasi untuk menimbulkan gairah hidup lansia. Sehingga ketergantungan lansia pada orang lain bisa diperlambat.
Sementara menurut Dra. Psi. Tatik Indarto, yang pernah menjadi caregiver bagi mertuanya, memberikan fasilitas mobil dan supir sebagai salah satu cara membuat mereka lebih bahagia.
Karena dengan demikan, lansia bisa pergi kemana saja semau mereka. Sehinnga dengan bisa memenuhi kebutuhan lansia, maka lansia bahagia.
Dengan demikian caregiver jadi lebih tenang dan tidak perlu repot.
Sedangkan Dra. S. Psi indriati Makki, seorang psikolog senior menyebutkan caregiver membutuhkan pengetahuan tentang obyek atau subyek yang dirawat.
Caregiver tidak bisa memaksakan lansia, terutama mereka yang hidup dengan dementia, untuk hidup sesuai jadwal.
Karena lansia atau ODD, mau hidup sesuai dengan apa yang dirasakan. Akibatnya sering menjadi konflik, terutama pada ODD, dimana caregiver banyak menderita, ditendangi, dipukuli, diteriakin
Tragedi ketidakpahaman bisa diatasi dengan memiliki pengetahuan yang seharusnya. Caregiver harus memiliki hati yang akan mendorong ego.
Karena hal yang menghambat relasi caregiver dengan lansia adalah ego.
Ego memerintah pada manusia untuk survive, ego sangat berperan.
Ego membantu manusia mengambil keputusan dan jangan terlibat secara emosi dan yang membantu adalah ego.***(Dewi Retno untuk Geriatri.id | Foto Pixabay)