Mengapa Lansia Butuh Pendamping atau Caregiver?


Berita Lansia - Saat ini 27,30 persen lansia tinggal bersama keluarga, dan 40,64 persen tinggal bersama anak cucu atau tiga generasi.

2021-05-21 07:15:54

Geriatri.id--Saat ini 27,30 persen lansia tinggal bersama keluarga, dan 40,64 persen tinggal bersama anak cucu atau tiga generasi.

Sementara itu rasio ketergantungan lansia terus meningkat, saat ini 100 penduduk usia produktif harus menanggung 15 ,3 lansia.

Apabila penduduk lansia dalam kondisi sehat, aktif, dan produktif, maka besarnya jumlah penduduk lansia berdampak positif bagi keluarga dan masyarakat. 

“Sebaliknya bila lansia mengalami keterbatasan/disabilitas maka membutuhkan perawatan jangka panjang yang perlu dibantu oleh pendamping,” kata Prof. Dr. Tri Budi W. Rahardjo, Rektor Universitas Respati Indonesia dalam webinar yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Kamis (20/5/2021). 

Webinar bertajuk Keluarga Keren, Lansia Bahagia merupakan rangkaian kegiatan menyambut Hari Lansia Nasional.

Tri Budi mengatakan pendamping atau caregiver lansia di Indonesia kebanyakan adalah keluarga.

Berdasarkan data The Indonesian Family Life Survey (IFLS), sebagian besar pendamping lansia adalah anak (62,9 persen).

Selanjutnya cucu (14,3), saudara/ipar (8,5), pasangan (5,7), menantu (5,7), dan orang lain (2,9 persen).

Tri Budi mengatakan pernah melakukan survei terhadap 213 pendamping lansia di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor.


Survei itu menyatakan bahwa 53,99 persen caregiver memiliki pengetahuan tinggi. Tetapi masih banyak pula yang pengetahuannya rendah (46,01).

Dari sisi praktik pun persentasenya berimbang, yaitu baik (50,23) dan kurang (49,77). 

“Artinya pelatihan pendamping lansia, khususnya keluarga menjadi sangat penting,” kata Prof Tri.

“Keluarga sangat strategis sebagai agen untuk meningkatkan kesejahteraan lansia”.

Kemampuan pendamping lansia ini pun perlu kembali diasah dalam situasi pandemi.

Lansia merupakan kelompok masyarakat yang berisiko tinggi apabila terinfeksi Covid-19.

“Lansia memerlukan perhatian secara khusus karena lebih rentan dibandingkan dengan kelompok usia yang lebih muda,” katanya.*** (ymr)

Lansia,Merawat Lansia,Caregiver,Pendamping Lansia,Geriatri,Tri Budi W. Rahardjo,Universitas Respati,Dinas Pemberdayaan,Hari Lansia Nasional,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026