5 Penyakit yang Banyak Diderita Lansia


Berita Lansia - Seiring bertambah usia, fungsi tubuh dan daya tahan tubuh menurun karena proses penuaan.

2018-12-02 14:54:10

Geriatri.id - Semakin tua seseorang, semakin tinggi risikonya terserang penyakit. Ya, seiring bertambah usia, fungsi tubuh dan daya tahan tubuh menurun karena proses penuaan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, berikut ini penyakit yang paling banyak dialami lansia:

1. Hipertensi
Semakin tua, tekanan darah cenderung meningkat karena proses alami tubuh. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit yang paling banyak dialami lansia. Hipertensi pada lansia harus diwaspadai karena bisa menimbulkan penyakit jantung bahkan stroke. Disebut tekanan darah tinggi bila mencapai angka 140/90 mmHg atau lebih. Segera konsultasi dengan dokter agar hipertensi tidak memburuk. Upayakan untuk mengurangi asupan garam, tidak merokok, berdamai dengan stres, kontrol berat badan dan berolahraga.

2. Artritis (radang sendi)
Artritis adalah peradangan pada salah satu atau lebih sendi. Gejala artritis di antaranya sendi terasa nyeri, kaku dan bengkak. Ruang gerak lansia pun jadi terbatas. Hindari memaksa untuk melakukan banyak aktivitas dan sebaiknya istirahat. Disarankan untuk melakukan olahraga teratur dan menjaga berat badan supaya artritis tidak memburuk.

3. Stroke
Stroke terjadi ketika suplai darah ke area otak tidak mencukupi, sehingga jaringan otak tidak mendapatoksigen dan nutrisi cukup untuk melakukan fungsinya. Stroke merupakan kondisi
berbahaya sehingga butuh penanganan cepat agar tidak terjadi kerusakan otak. Lansia berisiko mengalami stroke. Gejalanya, mati rasa pada  wajah, lengan, atau kaki di salah satu sisi tubuh, penurunan penglihatan pada satu atau kedua  mata, kesulitan bicara atau memahami perkataan orang lain, sakit kepala tiba-tiba, dan kehilangan keseimbangan saat berjalan.

4. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
PPOK adalah istilah yang mengacu pada penyakit paru yang menghalangi aliran udara sehingga menimbulkan sulit bernapas, misalnya bronkitis kronis dan emfisema. Rokok adalah salah satu faktor risiko PPOK. Karena itu, segeralah untuk berhenti merokok.

5. Diabetes mellitus
Lansia banyak yang mengalami diabetes karena tubuh sudah tak bisa menggunakan gula darah dengan efisien. Diabetes adalah penyakit yang dijuluki “ibu dari segala penyakit”, sehingga perawatan perlu dilakukan segera. Lansia perlu mengontrol asupan makanan dan olahraga teratur agar kadar gula darah terkontrol.

Referensi:
http://www.webmd.com/lung/copd/tc/chronic-obstructive-pulmonary-disease-copd-
prevention
http://www.webmd.com/heart-disease/stroke
http://www.diabetes.co.uk/diabetes-and-the-elderly.html
http://www.arthritis.org/about-arthritis/understanding-arthritis/what-is-arthritis.php

geriatri ,lansia,diabetes,hipertensi,radang sendi,stroke,penyakit lansia,penyakit berbahaya,ppok,berita lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Peran Keluarga dalam Mendampingi Lansia

Mengenal Perubahan Tubuh di Usia Emas Saat Berpuasa

Habis Lebaran, Yuk Gerak Lagi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026