Pergerakan Mutasi Baru dari Covid-19 Meningkat


Menkes menyebutkan virus mutasi baru ini memiliki kecepatan penularan sangat tinggi. Dimana kenaikan penularannya dalam kelipatan kuadrat.

2021-05-19 08:55:00

Geriatri.id--Meningkatnya pergerakan mutasi baru dari Covid-19 harus diwaspadai oleh Indonesia. Karena saat ini dari 4 mutasi baru yang ada 3 diantaranya sudah masuk ke Indonesia. Sampai saat ini tercatat sudah 26 orang teridentifikasi dengan virus mutasi baru ini.

“Dua di antaranya ada di Karawang, merupakan pekerja migran yang datang dari Saudi Arabia dan Malaysia,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, saat hadir dalam Gebyar Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia di Bandung, 18/05/2021.

Menkes menyebutkan virus mutasi baru ini memiliki kecepatan penularan sangat tinggi. Dimana kenaikan penularannya dalam kelipatan kuadrat. Masyarakat diminta untuk terus berhati-hati dan tetap menjalankan 5M guna menahan laju penularan virus baru.

Sementara dari pihak Dinas Kesehatan, Menkes meminta untuk terus melakukan testing dan pressing. Testing ini sendiri diharapkan bisa lebih agresif dilakukan untuk mencari tahu keberadaan virus ini ada di mana. Menkes melihat fenomena saat ini, Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) banyak mengejar untuk jadi zona hijau, hingga mengesampingkan testing ini. “Ini bisa meledak, apalagi dengan virus baru,” paparnya

Ia sudah meminta kepada Presiden RI Jokowi, Ketua BNPB dan jajaran lain untuk tidak menegur kepala daerah yang performance kasusnya tinggi di daerah. Menurutnya kasus tinggi justru lebih baik daripada positivy rate yang tinggi. Jika positivity rate 25-30%, dapat dipastikan daerah tersebut kurang melakukan testing dan banyak orang sakit tidak teridentifikasi. “Banyak orang sakit yang bisa menular, yang bisa bikin rakyat meninggal,” katanya.

Pemerintah daerah diminta untuk tidak lemah dalam soal ini dan lebih meningkatkan testing. Menkes mengibaratkan virus baru ini sebagai bom yang bisa meledak jika pengawasan lemah. Kasus tinggi akan lebih baik diketahui dari awal karena bisa diidentifikasi dengan benar dan diambil langkah-langkah perbaikan. “Lebih baik dilihat angkanya berapa, daripada lengah, virus masuk jadi tidak terkontrol,” ujarnya. (Dewi Retno untuk Geriatri.id)

Covid-19,Menkes,Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin

ARTIKEL LAINNYA

Jepang Rekrut Atlet dan Binaragawan untuk Merawat Lansia

Semangka Juga Jadi "Penyelamat" Dehidrasi Tersembunyi pada Lansia

Umroh Ramah Lansia, Jadi Solusi Ibadah Tanpa Menunggu Lama

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026