
Geriatri.id--Vaksinasi kepada kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) di Jawa Barat cakupannya masih rendah dibandingkan provinsi lain. Lansia menjadi prioritas pemerintah karena tingkat risiko kematiannya tinggi.
Pemerintah menghimbau kepada setiap provinsi untuk mempercepat dan meningkatkan vaksinasi kepada kelompok lansia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, untuk Provinsi Jawa Barat vaksinasi kepada lansia tergolong masih rendah dibanding provinsi besar lainnya.
"Jakarta lansia sudah 60%, Yogyakarta sudah 30%, Bali sekitar 40% tapi Jawa Barat masih sekitar 8%. Masih kecil sekali lansia di Jabar yang sudah tervaksin. Lansia ini kita harus lindungi," jelas Budi dalam Launching Gebyar Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia yang disiarkan secara virtual pada channel YouTube Kementerian Kesehatan, Selasa (18/5/2021).
Budi mengatakan, rendahnya cakupan vaksinasi di Jawa Barat lantaran jumlah populasi yang sangat besar. Menkes menjelaskan pentingnya percepatan vaksinasi bagi lansia. Perlindungan kepada lansia melalui vaksinasi akan mengurangi tingkat keterisian rumah sakit dan tingkat kematian akibat Covid-19.
"Prioritas vaksinasi dibagi berdasarkan risiko, mumpung ini masih bulan syawal tolong kita amalkan waktu kita untuk lindungi orang tua kita yang rentan kalau terkena," ujarnya.
Selain vaksinasi kepada lansia, Budi berpesan agar ada peningkatan tracing dan testing terkait mutasi baru Covid-19. Dari empat varian baru Covid-19 yang dinilai berbahaya, menurut Budi, tiga varian sudah masuk ke Indonesia.
Dari 26 mutasi baru yang teridentifikasi dua di antaranya berada di Jawa Barat tepatnya di daerah Karawang. Mutasi baru Covid-19 memiliki tingkat penyebaran lebih tinggi dari sebelumnya.
"Kalau virus yang sekarang itu dari satu naik jadi empat, empat naik jadi 16, tapi yang mutasi baru dari satu naik jadi 50, lalu 50 naik jadi 2.500. jadi kecepatan penularannya tinggi sekali," ujar Budi.
Budi menekankan agar masyarakat lebih disiplin lagi dalam menjalankan protokol kesehatan. Budi juga meminta pemerintah daerah agar testing dan tracing lebih diperbanyak. (ymr | Foto Kemenkes)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri