Lansia Perlu Hati-Hati Konsumsi Karbohidrat Berindeks Gula


Berita Lansia - Satu lagi jenis karbohidrat yang sebaiknya dikonsumsi lansia.

2020-07-20 17:54:34

Geriatri.id - Karbohidrat memang merupakan salah satu zat yang sangat penting bagi tubuh, terutama dalam membangun daya tahan tubuh di era pandemi Covid-19 seperti ini. Karbohidrat adalah sumber energi utama yang sebaiknya ada di dalam makanan kita.

"Sekarang kan banyak model diet non carbo, padahal karbohidrat dibutuhkan untuk sumber energi tubuh," kata dr. Cipuk Muhaswitri, M. Gizi, Sp.GK, di acara 'Kelas Lansia Online' bertajuk: 'Nutrisi Penting untuk Meningkatkan Imunitas Lansia di Masa Pandemi', yang diselenggarakan Geriatri.id bersama Pergemi, Jumat (17/7).

Nah pertanyaannya, karbohidrat seperti apa yang seharusnya dikonsumsi dan dihindari lansia?

Sebelumnya sudah disebutkan, yang sebaiknya dikonsumsi adalah karbohidrat kompleks dan yang harus dihindari adalah karbohidrat sederhana.

Nah di sini akan dipaparkan satu lagi jenis karbohidrat yang sebaiknya dikonsumsi lansia, yaitu karbohidrat dengan indeks glikemik rendah.

"Secara sederhana indeks glikemik diartikan kemampuan atau seberapa cepat karbohidrat dalam makanan diubah menjadi gula," kata dr. Cipuk. 

Semakin tinggi indeks glikemiknya, karbohidrat semakin cepat diubah menjadi gula dalam darah.

Jika terus menerus mengkonsumsi karbohidrat ber-indeks glikemik tinggi, maka pada kondisi tertentu akan meningkatkan risiko diabetes.

"Jadi saat makan, ada hormon insulin yang bekerja terus menerus sehingga pada satu kondisi dia kerjanya bisa kurang bagus, misalnya ada orang yang memang secara genetik ada kelainan atau gaya hidup kurang bagus sehingga ada gangguan insulin tidak bisa menetralkan kadar gula darah, atau kadar gula darh tidak bisa diturunkan, sehingga berisiko diabetes," jelas dr. Cipuk.


Karenanya, pada lansia khususnya, dianjurkan untuk mengkonsumsi karbohidrat dengan indeks glikemik rendah.

Indeks glikemik diukur dengan skala 0-100. Karbohidrat dengan indeks glikemik rendah angkanya ada di bawah 55. Indeks glikemik sedang berada di angka 56-69. Sedangkan indeks glikemik tinggi jika angkanya mencapai 70 ke atas.

Beberapa contoh makanan yang mengandung karbohidrat berindeks glikemik rendah adalah sayuran seperti aspargus, brocoli, bayam, dan wortel yang dimasak.

Untuk buah buahan ada anggur, apel, peach, jeruk dan pisang.

Contoh makanan yang mengandung karbohdrat berindeks glikemik tinggi adalah: roti gandum murni, kentang bakar, buah buahan seperti semangka, dan makanan camilan seperti chips, biskuit, kue, es krim, kentang, dan makanan cepat saji. (mag)

foto: ilustrasi makanan bergizi (piqsels)

lansia,lansia sehat,merawat lansia,geriatri,karbohidrat,indeks glikemik,dr cipuk,lansia bahagia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026