Hadapi Lonjakan Populasi Lansia, Pemerintah Siapkan Strategi Ketahanan Keluarga


Pemerintah menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan struktur demografi melalui pengelolaan kuantitas sekaligus peningkatan kualitas penduduk secara berkelanjutan.

2026-09-17T12:28

GERIATRI.CO.ID — Pergeseran struktur demografi di Indonesia makin nyata terlihat. Berdasarkan proyeksi penduduk dari Sensus Penduduk 2020 serta data BPS, Bappenas, dan UNFPA, proporsi masyarakat berusia 65 tahun ke atas (lansia) diperkirakan terus meningkat. 

Menanggapi fenomena penuaan penduduk (aging population) ini, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN bergerak cepat menyiapkan langkah antisipatif untuk memperkuat kualitas hidup masyarakat dan ketahanan keluarga di tanah air.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan struktur demografi melalui pengelolaan kuantitas sekaligus peningkatan kualitas penduduk secara berkelanjutan.

"Peran strategis program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) dalam menghadapi perubahan struktur penduduk adalah dengan menjaga keseimbangan struktur lewat pengelolaan kuantitas penduduk, serta memperkuat kualitas penduduk dan ketahanan keluarga," ujar Wihaji saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, seperti dilansir Bloomberg Technoz, Rabu (16/09/2026).

Dalam menjaga jumlah dan laju pertumbuhan penduduk, Kemendukbangga/BKKBN menggencarkan berbagai intervensi kunci. Langkah tersebut meliputi program pendewasaan usia perkawinan, pencegahan pernikahan anak, hingga optimalisasi program Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan ibu-anak melalui penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang.

Di samping itu, untuk memastikan lansia dan keluarga Indonesia tetap berdaya serta sejahtera, serangkaian program berbasis keluarga turut diperkuat. Beberapa di antaranya yakni Bina Keluarga Balita (BKB), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), serta optimalisasi Kampung Keluarga Berkualitas.

Program Khusus Lansia dan Ketahanan Keluarga

Khusus bagi kelompok usia lanjut dan remaja, pemerintah mengandalkan program-program inovatif seperti Lansia Berdaya (SIDAYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), dan Akademi Keluarga Indonesia. Program SIDAYA diharapkan mampu mendorong para senior untuk tetap aktif, mandiri, dan produktif di masa tuanya.

Tak ketinggalan, percepatan penurunan angka stunting tetap menjadi prioritas yang diintegrasikan melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) serta Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).

Rangkaian strategi ini disiapkan secara komprehensif agar lonjakan jumlah lansia di Indonesia selaras dengan peningkatan kualitas hidup, kesehatan, dan ketahanan keluarga yang lebih tangguh di masa depan. (a2s)

***

Foto: Ilustrasi (istimewa)

lonjakan populasi,aging population,berita lansia,bps

ARTIKEL LAINNYA

Hari Keamanan Pasien Internasional: Lansia Berobat, Jangan Sampai Pulang Membawa Masalah Baru

Mencegah Pneumonia pada Lansia, Bukan Hanya Soal Menjaga Kebersihan

Saat Para Lansia Disambangi Tangan-Tangan Mungil Siswa TK Assalam

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026