Tubuh Tak Seaktif Dulu, Bagaimana Menjaga Kepercayaan Diri Lansia?


Kemampuan seseorang dipengaruhi oleh kapasitas fisik dan mental, kondisi kesehatan, serta lingkungan tempat tinggalnya.

2026-08-12T12:20

GERIATRI.CO.ID - Memasuki usia lanjut, kemampuan fisik seseorang dapat mengalami perubahan. Kekuatan otot, keseimbangan, kemampuan berjalan, dan daya tahan tubuh bisa menurun sehingga beberapa aktivitas sehari-hari tidak lagi dapat dilakukan semudah sebelumnya.

Bagi sebagian lansia, perubahan tersebut bukan hanya persoalan fisik. Ketika mulai membutuhkan bantuan untuk berjalan, berpakaian, mandi, atau melakukan pekerjaan rumah, mereka mungkin merasa kehilangan sebagian kemandiriannya.

Namun, penuaan tidak berarti lansia harus kehilangan kemampuan untuk menjalani kehidupan yang bermakna.

Menurut World Health Organization (WHO), penuaan sehat bukan berarti seseorang harus terbebas dari penyakit atau gangguan fisik. Fokusnya adalah mempertahankan functional ability atau kemampuan fungsional yang memungkinkan lansia melakukan dan menjalani hal-hal yang mereka anggap bernilai. Kemampuan tersebut mencakup bergerak, mengambil keputusan, memenuhi kebutuhan dasar, membangun hubungan, serta berkontribusi kepada keluarga dan masyarakat.

Setiap lansia mengalami proses penuaan yang berbeda. Ada lansia berusia 80 tahun yang masih sangat aktif, sementara ada pula yang pada usia lebih muda membutuhkan bantuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

WHO menekankan bahwa tidak ada satu kondisi yang dapat disebut sebagai gambaran khas semua lansia. Kemampuan seseorang dipengaruhi oleh kapasitas fisik dan mental, kondisi kesehatan, serta lingkungan tempat tinggalnya.

Karena itu, ketika kemampuan fisik mulai berubah, keluarga sebaiknya tidak langsung mengambil alih seluruh aktivitas lansia. Jika masih mampu melakukan aktivitas tertentu sendiri, berikan kesempatan untuk melakukannya. Bantuan dapat diberikan pada bagian yang memang sudah sulit dilakukan. Pendekatan tersebut membantu lansia tetap memiliki kendali terhadap kehidupannya.

Jangan membandingkan lansia dengan dirinya saat masih muda. Membandingkan kemampuan lansia saat ini dengan kondisi bertahun-tahun sebelumnya justru dapat membuat mereka merasa gagal. Lebih baik fokus pada kemampuan yang masih dimiliki.

Jika sebelumnya mampu berjalan jauh dan sekarang hanya mampu berjalan dalam jarak lebih pendek, kemampuan tersebut tetap merupakan bagian dari kemandirian yang perlu dipertahankan.

Tujuannya bukan memaksa lansia kembali memiliki kemampuan seperti saat muda, melainkan membantu mereka mempertahankan fungsi yang masih dimiliki dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi saat ini.

Selain itu, menjaga kepercayaan diri lansia juga berkaitan dengan cara keluarga memperlakukan mereka. Lansia tetap memiliki kebutuhan untuk dihargai, didengarkan, dan dilibatkan meskipun kemampuan fisiknya berubah.

WHO menekankan pentingnya mengubah cara masyarakat berpikir, merasa, dan bertindak terhadap usia dan proses penuaan. Stereotip negatif tentang usia atau ageism dapat memengaruhi bagaimana lansia dipandang dan diperlakukan.

Kepercayaan diri lansia tidak hanya dibangun dari kemampuan fisik. Seseorang tetap dapat merasa berharga melalui hubungan dengan keluarga, hobi, kegiatan sosial, pekerjaan ringan, kegiatan keagamaan, membantu orang lain, atau aktivitas lain yang memiliki arti bagi dirinya.

WHO menempatkan kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan serta berkontribusi kepada keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari kemampuan fungsional pada usia lanjut.

Jadi, ketika lansia tidak lagi mampu melakukan pekerjaan seperti dulu, keluarga dapat membantu mencari bentuk aktivitas baru yang sesuai dengan kondisi mereka. (lia)

*****

Foto: Ilustrasi (Tuti Isnawati/pexels)
 

lemah,kemampuan diri,lansia sehat,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Vaksinasi Sebelum Umroh: Ikhtiar Melindungi Diri dan Sesama Jemaah

Salad Buah Alpukat Sederhana untuk Lansia

Menjelajah 10 Kota Paling Rapi dan Nyaman di Dunia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026