Kendalikan Amarah untuk Lebih Lega


Mengendalikan emosi berbentuk kemarahan dapat diusahakan di bulan puasa ini. Sebab, kemarahan berpotensi meningkatkan komplikasi kesehatan pada lansia dibandingkan kesedihan.

2026-03-17T08:16

Mengendalikan emosi berbentuk kemarahan dapat diusahakan di bulan puasa ini. Sebab, kemarahan berpotensi meningkatkan komplikasi kesehatan pada lansia dibandingkan kesedihan. 

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychology and Aging, menunjukkan kemarahan dapat menyebabkan perkembangan penyakit kronis seperti penyakit jantung, radang sendi dan kanker. Sedangkan kesedihan dapat membantu lansia menyesuaikan diri dengan tantangan. 

"Kesedihan dapat membantu lansia menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan, seperti penurunan fisik dan kognitif terkait dengan usia. Ini bisa membantu mereka menerima diri dari hal-hal yang tidak lagi bisa dicapai," ujar ketua studi Meaghan A Barlow, dari Universitas Concordia, Amerika Serikat (AS) seperti dilansir The Health Site.

Dalam studinya, peneliti menganalisis data dari 226 lansia berusia 59-93 tahun dari Montreal, Kanada. Reponden dikelompokkan dalam usia dini 59-79 tahun dan usia lanjut, usia 80 tahun atau lebih. 

Selama penelitian, responden mengisi kuesioner tentang seberapa marah atau sedihnya perasaan mereka.

Tujuannya untuk melihat apakah kemarahan dan kesedihan berkontribusi pada peradangan, respon imun tubuh terhadap ancaman yang dirasakan, seperti infeksi atau kerusakan jaringan.

"Kami menemukan kemarahan setiap hari memiliki pengaruh pada tingkat peradangan dan penyakit kronis yang lebih tinggi dari lansia kelompok usia lanjut dan tidak terlihat untuk lansia di kelompok usia dini 59-79 tahun," kata penulis studi Carsten Wrosch.

Para peneliti menyarankan pendidikan dan terapi dapat membantu lansia mengurangi kemarahan dengan mengendalikan emosi terkait perubahan tak terhindarkan yang menyertai proses penuaan.

emosi lansia,marah lansia,emosi marah,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Catatan Akhir Puasa Ramadan 2026

Tips Mudik Aman untuk Lansia

Meditasi di Momen Hari Raya Nyepi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026