Nyetir Sendiri Berbahayakah?


Tak heran bila beberapa negara juga sudah menetapkan aturan hukum melarang lansia atau yang berusia 70 tahun ke atas untuk mengemudi mobil atau motor.

2026-03-13T09:50

Sebetulnya, apakah lansia masih boleh mengemudikan mobil atau motor? Terlepas apakah kemampuan dan kondisi fisiknya memang masih memadai, sehat dan bugar, misalnya.

Nah, bukan bermaksud menakuti-nakuti. Akan tetapi, fakta menunjukkan, angkat kematian karena kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia ternyata membuat kita miris.

Menurut informasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), di wilayah Asia Tenggara korban meninggal karena kecelakaan lalu lintas mencapai 316 ribu orang setiap tahun. Dengan kata lain, sekitar 17 per 100 ribu orang yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas.

Memang tidak diinformasikan secara detil mengenai rentang usia korban meninggal karena kecelakaan lalu lintas tersebut.

Akan tetapi, menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), risiko kecelakaan kendaraan mobil umumnya meningkatkan mulai usia 55 tahun.

Berdasarkan data tahun 2014, di Amerika terjadi lebih dari 5.700 lansia yang meninggal dan 236 ribu lansia lainnya yang dirawat di Unit Gawat Darurat lantaran cedera kecelakaan.

Perlu kita tahu, tulang pada lansia sudah tidak seperti waktu muda. Tulang mereka lebih tipis sehingga mudah patah bila terjadi trauma, dalam hal ini kecelakaan lalu lintas.

Karena itu, tak sedikit pakar kesehatan yang menyangsikan lansia untuk mengemudikan kendaraan baik mobil maupun motor sendirian.

Tak heran bila beberapa negara juga sudah menetapkan aturan hukum melarang lansia atau yang berusia 70 tahun ke atas untuk mengemudi mobil atau motor.

Kenapa? Karena menyetir membutuhkan konsentrasi, fokus, kesigapan dan hal lain yang sudah mulai kurang dimiliki para lansia yang notebene tubuhnya mengalami perubahan seiring pertambahan usia.

Terkait hal itu, hasil penelitian dari Notthingham Trent University seperti dikutip dari Telegraph UK mengungkapkan, kecepatan otak lansia yang sehat untuk memproses informasi visual ternyata setara dengan orang berusia 18-30 tahun.

Akan tetapi, ketika perhatian dan fokus mereka teralihkan sekejap saja, maka akan sulit kembali untuk bisa fokus secara penuh.

Jadi, sebaiknya hati-hati jika memang harus berkendaraan sendiri. Akan lebih baik lagi jika ada yang menemani atau bahkan menggantikan lansia, yang tinggal duduk enak di kursi depan atau tengah.

berkendara,lansia nyetir,lansia nyetir berbahayakah,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Memahami Hipertensi: Saat Tekanan Darah Terlalu Tinggi

Kebutuhan Gizi Terpenuhi, Insyaallah Sehat Terus

Sejak Menjelang Tua Harus Siapkan Diri

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026