Mulai Pralansia, Ini Mungkin Olahraga yang Ringan namun Bermanfaat


Bagi sebagian orang yang masuk kategori “pralansia”, yang berusia antara 45 – 59 tahun, mungkin mulai mengurangi olahraga yang sifatnya ativitas fisik. Namun, bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti berolahraga.

2026-02-16T11:41

Bagi sebagian orang yang masuk kategori “pralansia”, yang berusia antara 45 – 59 tahun, mungkin mulai mengurangi olahraga yang sifatnya ativitas fisik. Namun, bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti berolahraga.

Berikut ini beberapa rekomendasi untuk olahraga yang ringan, tapi tetap bermanfaat, bagi kalangan pralansia.

1. Jalan cepat

Salah satu aktivitas fisik terbaik untuk lansia adalah jalan cepat. Olahraga ini membantu menjaga fungsi kognitif yang cenderung menurun seiring bertambahnya usia. 

Dikutip dari GoodRx, sebuah studi mengungkapkan, lansia yang berjalan kaki selama 15 menit, empat kali seminggu memiliki risiko lebih kecil mengalami kematian dini dibandingkan mereka yang jarang bergerak.

2. Bersepeda

Bersepeda dapat meningkatkan detak jantung dan kapasitas paru-paru. Dikutip dari WebMD, bersepeda membantu tubuh tetap bugar dan mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari. 

Bersepeda termasuk olahraga berdampak rendah yang ramah bagi persendian.

3. Berenang

Berenang menjadi pilihan tepat bagi lansia yang ingin menjaga kesehatan kardiovaskular dan sendi. 

Selain itu, gerakan aerobik air seperti jogging air atau mengangkat kaki dapat meningkatkan keseimbangan dan kekuatan tubuh.

4. Senam Tai Chi

Tai chi merupakan seni bela diri tradisional dari Cina dengan gerakannya lembut dan mengalir. Latihan ini dapat membantu lansia meningkatkan keseimbangan, kekuatan otot, dan kesehatan mental. 

Senam tai chi juga efektif dalam mengurangi stres dan menenangkan pikiran.

5. Squat

Latihan squat dapat memperkuat otot tubuh bagian bawah yang berperan penting menopang aktivitas harian. 

Selain itu, latihan ini juga melatih keseimbangan tubuh serta mengurangi risiko terjatuh yang sering dialami lansia.

6. Biceps curls

Melatih kekuatan otot lengan menjadi penting agar lansia tetap dapat mengangkat benda keseharian. Biceps curls dapat dilakukan dengan dumbbell atau benda rumah tangga seperti botol air, kaleng minuman, dan buku.

7. Senam irama

Senam irama tidak hanya membuat tubuh lebih bugar, tetapi juga meningkatkan suasana hati. Sebagai latihan kardio, senam irama bermanfaat besar bagi kesehatan jantung dan paru-paru. 

Umumnya, olahraga ini dilakukan di taman atau lapangan dengan iringan musik yang menyenangkan.

8. Peregangan

Peregangan bermanfaat untuk menjaga fleksibilitas tubuh dan mengurangi nyeri sendi. 

Contohnya yoga dan pilates yang dapat melatih kelenturan tubuh, meningkatkan fokus, dan mengurangi stres.

 

pralansia,olahraga pralansia,lansia dan olahraga,lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Jepang Rekrut Atlet dan Binaragawan untuk Merawat Lansia

Memahami "Keributan" Suami-Istri di Usia Lansia

Semangka Juga Jadi "Penyelamat" Dehidrasi Tersembunyi pada Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026