
Geriatri.id - Jepang dikenal sebagai negara dengan populasi centenarian terbanyak di dunia. centenarian adalah orang yang berusia 100 tahun ke atas.
Pola makan sehat dan penuh nutrisi diyakini menjadi kunci utama di balik umur panjang penduduknya.
Bagi masyarakat Negeri Sakura, makanan bukan sekadar pemuas rasa, tetapi juga berperan sebagai obat yang menjaga kesehatan tubuh.
Dilansir CNBC Make It, salah satu wilayah dengan konsentrasi penduduk berusia 100 tahun tertinggi adalah Okinawa, sebuah pulau kecil dan terpencil di Jepang.
Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan
Para ahli gizi mengungkap beberapa jenis makanan yang menjadi ‘rahasia’ umur panjang warga Jepang.
1. Ikan: Sumber Protein dan Omega-3
Konsumsi protein berkualitas tinggi sangat diperhatikan masyarakat Jepang. Ikan berlemak seperti salmon serta tuna menjadi pilihan utama.
Kandungan lemak omega-3 pada ikan ini diketahui dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi trigliserida, serta meredakan peradangan, yang semuanya berkontribusi pada kesehatan jantung.
2. Rumput Laut: Kaya Mineral dan Antioksidan
Rumput laut merupakan sumber mineral penting seperti zat besi, kalsium, folat, dan magnesium.
Tak hanya itu, kandungan seratnya juga bermanfaat dalam mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, hipertensi, dan diabetes tipe 2.
Antioksidan yang terkandung di dalamnya, seperti fucoxanthin dan fucoidan, memiliki sifat anti-inflamasi, anti-penuaan, dan anti-kanker.
3. Lobak Daikon: Sayuran Kaya Vitamin C
Lobak daikon adalah sayuran yang banyak dikonsumsi di Jepang. Sayuran ini dikenal dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah masuk angin.
Menariknya, satu lobak daikon mampu memenuhi 124 persen dari kebutuhan vitamin C harian yang direkomendasikan.
Jika sulit ditemukan, sayuran akar lain seperti wortel, bit, atau ubi dapat menjadi alternatif yang sehat.
4. Sup Miso: Sumber Probiotik untuk Kesehatan Usus
Miso merupakan pasta fermentasi berbahan dasar kedelai dan biji-bijian yang banyak dikonsumsi masyarakat Jepang dalam bentuk sup.
Kaya akan probiotik, sup miso dapat membantu menyeimbangkan kesehatan usus serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Penelitian menunjukkan, konsumsi kedelai yang difermentasi, seperti miso, tahu, dan tempe, dapat menurunkan risiko kematian dini hingga 10 persen.
5. Ubi Jepang: Antioksidan Penangkal Penuaan
Ubi jalar Jepang atau ‘imo’ sering dijadikan camilan sehat di Negeri Sakura.
Kaya akan karbohidrat sehat dan antosianin, ubi ini mengandung antioksidan yang dapat membantu mencegah penuaan dini dan menjaga kesehatan sel tubuh.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Pola makan sehat masyarakat Jepang membuktikan bahwa pemilihan makanan yang tepat dapat berkontribusi pada kesehatan yang optimal dan umur panjang.
Tidak ada salahnya untuk meniru kebiasaan ini demi kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas.***
*Ilustrasi - Ikan salmon.(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri