Mahasiswa ITS Kembangkan Alat Deteksi Gula Darah Tanpa Pengambilan Darah


Berita Lansia - Rafly Zaka Rulloh bersama tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan sebuah inovasi bernama Instrument Glucose Non-Invasive (Insgluni). 

2025-01-08 21:59:50

Geriatri.id - Rafly Zaka Rulloh bersama tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan sebuah inovasi bernama Instrument Glucose Non-Invasive (Insgluni). 

Alat ini mampu mendeteksi kadar gula darah tanpa perlu pengambilan darah, sehingga lebih aman, nyaman, dan ramah lingkungan.  

Inovasi ini didasari kekhawatiran terhadap metode pemeriksaan gula darah konvensional yang invasif.  

Menurut Rafly, metode pemeriksaan gula darah tradisional menggunakan jarum suntik sering kali menyebabkan rasa sakit dan berpotensi membawa risiko infeksi. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Selain itu, metode ini menghasilkan limbah medis berupa jarum suntik dan strip uji yang berdampak pada lingkungan. 

"Dengan keamanan, kemudahan, dan kenyamanan yang dibawa, Insgluni dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," ujarnya dikutip dari laman resmi ITS, Selasa 7 Januari 2025. 

Bukan hanya untuk pengidap diabetes

Selain membantu pengidap diabetes, Insgluni juga dapat digunakan untuk pemeriksaan dini bagi individu yang peduli akan kesehatannya. 

Alat ini memiliki potensi untuk diterapkan di berbagai instansi kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan puskesmas.  

“Dengan Insgluni, masyarakat bisa memantau kadar gula darah secara rutin tanpa rasa sakit,” katanya. 

Teknologi canggih di balik Insgluni


Berbentuk kubus, Insgluni menggunakan teknologi cahaya nir-infrared untuk mendeteksi gula darah. 

Cahaya ini ditembakkan ke jari pengguna dan ditangkap sensor optik photodioda dengan panjang gelombang 940 nanometer. 

Data yang terkumpul diolah menjadi nilai kadar gula darah dengan satuan miligram per desiliter.  

Rafly menjelaskan, setelah melalui serangkaian uji coba, Insgluni berhasil mencapai tingkat akurasi deteksi 87 persen, jauh lebih baik dibanding alat sejenis di pasaran.  

Insgluni juga terintegrasi dengan aplikasi berbasis Android. Ini memungkinkan pengguna memantau data gula darah secara real-time melalui koneksi wifi. 

Insgluni telah mencapai Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) level 7, artinya prototipe ini telah matang dan diuji di lingkungan skala kecil. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Berkat inovasi ini, Rafly dan tim menjadi juara pertama kategori Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) subkategori Presentasi di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2024.  

Ke depan, Rafly berharap Insgluni bisa dikembangkan lebih lanjut dan mendapatkan izin untuk komersialisasi.***  

*Alat deteksi gula non-invasif inovasi mahasiswa ITS.(Foto: ITS Surabaya)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Oma Maretta Mengenang Suatu Angkot di Pecangaan

Gula Aren Baik kok, Asalkan Dikonsumsi Dalam Batas Wajar

Hm, Teh Bunga Telang Sudah Dicoba Belum?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026