
Geriatri.id - Keseimbangan antara kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL) berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem peredaran darah. Namun bagaimana cara mengetahui kadar kolesterol berada dalam batas sehat?
Berikut tujuh indikator tubuh dengan kadar kolesterol sehat:
1. Kolesterol baik (HDL) optimal
Kadar HDL tinggi dan LDL rendah adalah kombinasi ideal untuk kesehatan jantung.
Jika kadar kolesterol total di bawah 200 mg/dL masih dianggap normal.
Namun, perlu waspada jika mencapai 200-239 mg/dL. Kolesterol baik membantu membersihkan plak pada pembuluh darah, melindungi dari risiko penyumbatan dan serangan jantung.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
2. Tekanan darah normal
Tekanan darah stabil menunjukkan arteri yang sehat. American Heart Association (AHA) merekomendasikan tekanan darah di bawah 120/80 mmHg untuk orang dewasa.
Tekanan darah tinggi, terutama di atas 130/80 mmHg, dapat menjadi tanda adanya gangguan aliran darah akibat penumpukan kolesterol.
3. Tingkat energi tinggi
Arteri yang bersih memungkinkan jantung memompa darah dengan efisien. Artinya, tubuh mendapat oksigen dan nutrisi secara optimal, sehingga merasa energik dalam menjalani aktivitas harian.
4. Tidak ada nyeri dada atau tidak nyaman
Tidak merasakan nyeri atau tekanan di dada merupakan pertanda, pembuluh darah koroner bebas dari penumpukan plak.
Sistem kardiovaskular yang bekerja optimal memastikan jantung terlindungi dari risiko serangan jantung.
5. Berat badan dan BMI yang sehat
Kelebihan berat badan berpotensi meningkatkan kadar kolesterol jahat.
Menjaga berat badan ideal dan Indeks Massa Tubuh (BMI) dalam batas normal membantu mencegah penumpukan kolesterol di arteri, mendukung kesehatan jantung, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
6. Detak jantung normal saat istirahat
Detak jantung normal saat istirahat antara 60 - 100 detak per menit.
Pemulihan detak jantung yang cepat setelah aktivitas fisik juga menunjukkan kondisi jantung prima.
7. Tidak ada tanda peradangan
Peradangan kronis dalam tubuh sering kali menjadi tanda awal dari gangguan jantung.
Kadar C-reactive protein (CRP) yang rendah (kurang dari 1 mg/L) menunjukkan tubuh bebas dari peradangan signifikan, sehingga risiko penyakit kardiovaskular lebih rendah.
Mengapa keseimbangan kolesterol penting?
Ketidakseimbangan kolesterol, terutama kadar LDL yang tinggi, dapat memicu penumpukan plak pada dinding arteri, memperbesar risiko penyakit jantung dan stroke.
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Sebaliknya, kolesterol baik (HDL) membantu membersihkan plak, menjaga arteri tetap bersih, dan melindungi jantung dari risiko kerusakan.
Mengetahui tanda-tanda tubuh dengan kadar kolesterol sehat dapat membantu dalam mengambil langkah pencegahan lebih awal.
Selain itu, pola makan sehat, olahraga teratur, dan pemeriksaan rutin adalah kunci utama untuk menjaga keseimbangan kolesterol dan kesehatan jantung.***
*Ilustrasi - Mengapa keseimbangan kolesterol penting?
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri