Relawan Bagikan 3 Tips Umur Panjang dan Hidup Bahagia Hingga 100 Tahun


Berita Lansia - Seorang lansia berusia 100 tahun yang sehat dan aktif membagikan tiga tips yang didukung sains untuk menjalani umur panjang dan hidup bahagia.

2024-06-19 15:59:34

Geriatri.id - Seorang lansia berusia 100 tahun yang sehat dan aktif membagikan tiga tips yang didukung sains untuk menjalani umur panjang dan hidup bahagia.

Barbara Fleischman, 100 tahun, telah menjalani kehidupan yang termasyhur. Suami Barbara adalah pedagang seni bernama Lawrence A. Fleischman.

Pasangan suami istri itu meninggalkan Detroit pada tahun 1966 untuk pindah ke New York, di mana mereka membuat jejak di kota tersebut selama lebih dari 50 tahun.

Baca Juga: 10 Gejala Diabetes pada Lansia yang Harus Diwaspadai

Barbara menjadi relawan untuk organisasi-organisasi besar termasuk Planned Parenthood dan The Juilliard School.

Dia menjadi wali di Perpustakaan Umum New York selama 40 tahun. 

Suaminya bertugas di Komite Penasihat Gedung Putih untuk bidang seni Amerika di bawah Presiden John F. Kennedy dan Lyndon Johnson. 

Dia merupakan salah satu pendiri Arsip Seni Amerika di Smithsonian Institution.

Berkat filantropi mereka, pasangan ini memiliki galeri yang dinamai sesuai dengan nama mereka di Metropolitan Museum of Art pada tahun 1983.

Mereka memiliki dua anak, yang kini berusia 70 dan 74 tahun.

"Saya menjadi wanita beruntung sepanjang hidup saya. Pertama, memiliki suami yang baik, putri yang hebat, teman-teman yang luar biasa, aktivitas yang menarik, dan kesehatan yang baik," ujar Barbara kepada Business Insider. 

Suami Barbara meninggal tahun 1997, dan pada September, Fleischman meninggalkan "apartemennya yang cukup besar" di dekat markas besar PBB, New York untuk pindah ke panti jompo.

Meski mungkin kondisi istimewa Barbara membantu mencapai usia 100 tahun dalam keadaan sehat, namun ada tiga kebiasaan rahasia penuaan sehat yang dilakukanya. 

1. Tetap sibuk dan selalu belajar

Barbara tetap sibuk di panti jompo dengan terus menggelar acara budaya dan diskusi dengan sesama penghuni.

Acara budaya itu menampilkan pembicara dari Metropolitan Museum of Art, The New York Public Library, dan Carnegie Hall, dan masih banyak lagi.

Dia juga terus belajar dengan menonton video ceramah tentang musik dari Juilliard.

Menurut sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Alzheimer's & Dementia, belajar seiring bertambahnya usia dapat membantu mempertahankan fungsi kognitif dan memperlambat penurunan keterampilan spasial dan memori. 

2. Berolahraga


Saat tumbuh dewasa, Barbara bukan tipe orang yang suka berolahraga. Namun dia mulai bekerja dengan pelatih pribadi untuk meningkatkan keseimbangan dan telah melakukannya dengan tenang.

Menjadi bugar adalah cara untuk meningkatkan umur panjang, dan menjaga keseimbangan adalah bagian penting karena membantu mencegah terjatuh. 

Penulis studi tahun 2022 yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine menemukan orang berusia di atas 50 tahun memiliki kemungkinan lebih kecil meninggal dalam waktu 10 tahun jika mereka dapat berdiri dengan satu kaki selama lebih dari 10 detik.

Dia mengatakan keseimbangan yang buruk berhubungan dengan umur lebih pendek. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan jatuh adalah penyebab utama kematian terkait cedera pada lansia berusia 65 tahun ke atas.

3. Hubungan yang kuat

“Saya mempunyai banyak teman,” kata Barbara.

“Senang sekali bisa bekerja sama untuk tujuan yang sama dan menemukan bahwa Anda memiliki banyak kesamaan,” tambahnya.

Dia juga memiliki "pernikahan luar biasa" dengan mendiang suaminya.

Sebuah studi tahun 2019 menemukan hubungan kuat adalah kunci umur panjang. Studi ini dilakukan para peneliti Harvard T.H. Chan School of Public Health,

Baca Juga: Mengenal Gejala dan Bahaya Hipoglikemia

Menurut studi ini, wanita yang aktif dalam kehidupan sosial memiliki kemungkinan 41% lebih besar mencapai usia 85 tahun dibanding mereka yang terisolasi.

Para peneliti dari City University of Hong Kong dalam sebuah studi tahun 2018 menemukan lansia yang menjadi relawan cenderung lebih sehat secara fisik dan mental, lebih bahagia, dan puas.

Barbara yang menyebut dirinya sebagai "relawan profesional", mengatakan bahwa membantu orang lain "membuatnya senang".***

*Ilustrasi - Rahasia umur panjang lansia berusia 100 tahun.(Pixabay)

Video Senior Podcast

 


ARTIKEL LAINNYA

Umroh Ramah Lansia, Jadi Solusi Ibadah Tanpa Menunggu Lama

Advance Care Planning, Langkah Bijak Menyusun Perawatan di Masa Depan

Saatnya Keluarga di Indonesia Jalan-Jalan dengan Tarif Rp 1 dan Wisata Gratis

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026