
Geriatri.id - Seiring bertambahnya usia penduduk Malaysia, muncul kebutuhan mendesak akan strategi komprehensif untuk mendukung dan meningkatkan ekosistem kehidupan bagi warga lanjut usia (lansia).
Menurut laporan Economic Outlook 2023 yang dirilis Kementerian Keuangan, populasi lansia di Malaysia tumbuh lebih cepat dari perkiraan.
Lebih dari 15% populasi penduduk akan berusia di atas 65 tahun pada 2050.
Terkait itu, program pensiun yang didanai sendiri (Employees Provident Fund/EPF) berada di garis depan dalam memenuhi manfaat pensiun anggotanya.
Pemerintah Malaysia menerapkan skema pensiun bayar sesuai pemakaian (pay-as-you-go) bagi pegawai sektor publik.
Menurut profesor keuangan Asia School of Business, Joseph Cherian, sistem “bayar sesuai pemakaian” mungkin tidak akan berkelanjutan.
Iuran pensiun dengan sistem “bayar sesuai pemakaian” dibiayai populasi pekerja melalui perpajakan dan pemerintah yang mengeluarkan utang.
Dengan banyaknya lansia, Cherian meyakini sistem itu bisa menjadi proposisi mahal.
Jaminan pemerintah adalah menetapkan batas tertentu dan memastikan pengembalian dana tabungan jaminan sosial tidak boleh turun di bawah tingkat yang ditentukan.
Di Singapura, batas bawah sesuai Undang-undang ditetapkan 2,5% per tahun.
Persentase itu sama dengan Malaysia yaitu 2,5% atas dividen atau imbal hasil yang dibayarkan.
Singapura menyesuaikan suku bunga berdasarkan kelompok tabungan, turun dari 6% menjadi 2,5%.
Sebaliknya, Malaysia secara historis telah membayar dividen 8,7% pada tahun 1980-an dan kisaran 5,2% hingga 6,75% selama delapan tahun terakhir.
Cherian menunjukkan penarikan besar-besaran hampir RM150 miliar dari EPF terkait pandemi telah menguras banyak rekening pensiun. Ini berdampak pada tabungan untuk masa depan.
Untuk mengatasi tantangan ini, dia menyarankan pengintegrasian dan penggabungan skema hipotek terbalik di bawah Cagamas Bhd dengan skema tabungan EPF
Beralih ke masalah biaya perawatan kesehatan di masa pensiun, dia merekomendasikan pembuatan akun medisave terpisah di EPF untuk menutupi premi asuransi.
Rekening ini juga dapat menutupi surplus pembayaran bersama atau layanan swasta yang lebih baik.
“Masyarakat yang terdampak harus tetap diberikan layanan kesehatan gratis dari pemerintah. Kebijakan ini tidak boleh berubah,” kata Cherian dikutip dari The Star.
Kepala ekonom dan kepala keuangan sosial Bank Muamalat (M) Bhd Mohd Afzanizam Abdul Rashid mengatakan potensi reformasi untuk meningkatkan skema dana pensiun dapat mencakup peninjauan skema penarikan saat ini.
Dia berpendapat tinjauan komprehensif dapat berperan memperpanjang umur dana pensiun dengan memanfaatkan faktor gabungan dari investasi strategis.
“Fokus saja pada bidang-bidang utama seperti perumahan, kesehatan dan pendidikan karena bidang-bidang ini penting untuk meningkatkan kehidupan mereka sebelum mencapai usia pensiun,” katanya.
Menurut Mohd Afzanizam, tantangan utamanya adalah pasar yang bergejolak. Untuk mengatasinya, dana tersebut perlu mengadopsi pendekatan lebih aktif dalam pengelolaan dana.
“Hal ini memerlukan pemahaman lebih dalam mengenai lanskap perekonomian di tengah ketidakpastian dinamika geopolitik yang dengan mudah mempengaruhi sentimen pasar," pungkasnya.***
Ilustrasi - Populasi lansia di Malaysia terus meningkat.(Pixabay)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri