Tanya Careworker: Bagaimana Cara Menghadapi Lansia Tantrum?


Berita Lansia - Ternyata banyak Sobat Geriatri yang tertarik dengan cerita dan pengalaman Nareswari Putri dengan bertanya mengenai problematika dalam merawat lansia.

2024-02-16 16:21:18

Geriatri.id - Nareswari Putri Sulisviathi seorang psikolog yang saat ini bekerja di Jepang sebagai careworker menjadi narasumber dalam program live streaming Lansia Online (LOL) berjudul 'Lansia Masih Punya Hak Dicintai Lho' di Youtube Geriatri TV pada Sabtu, 10 Februari 2024. 

Ternyata banyak Sibat Geriatri yang tertarik dengan cerita dan pengalaman Nareswari Putri dengan bertanya mengenai problematika dalam merawat lansia.

Bagaimana cara menghadapi lansia yang sering tantrum?

Kita harus tahu dulu background kenapa dia (lansia) sering tantrum. Seperti misalnya karena gejala demensia yang biasanya mengalami agitasi dan bisa menjadi penyebab tantrum pada lansia.

Namun, tantrum pada lansia juga bisa terjadi karena efek obat. Biasanya lansia yang mengidap beberapa penyakit akan mengonsumsi sejumlah obat. Jika obat yang dikonsumsi tidak sesuai bisa membuat lansia tantrum.

Baca juga: Terus Aktif dan Bersyukur Cara Terbaik untuk Mempertahankan Ketajaman Mental Hingga Lanjut Usia

Jika memang dicurigai penyebabnya adalah karena efek obat, sebaiknya dibawa ke rumah sakit untuk dikonsultasikan dengan dokter agar mendapat obat yang sesuai.

Catatan penting lainnya dalam menghadapi lansia yang sedang tantrum adalah dengan perlakuan lembut, hindari kata-kata kasar. 

Lansia tantrum umumnya karena ada kebutuhan yang tidak terpenuhi. Sebagai seorang caregiver harus bisa mengajak bicara untuk menggali informasi apa sebenarnya yang membuat mereka tidak nyaman.

Tapi jika segala usaha sudah dilakukan namun mereka tetap tantrum maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Apa kiat sehat lansia di Jepang yang bisa diterapkan di Indonesia?


Di Jepang itu lansia masih diberi keleluasaan untuk bekerja seperti pekerja paruh waktu. Ketika sudah masuk usia senja itu memang sebaiknya beraktifitas secukupnya dalam koridor aman.

Di Jepang bahkan masih sering ditemui lansia yang membersihkan salju di atas atap saat musim dingin. Sementara jika sedang musim panas, lansia di Jepang melakukan aktifitas berkebun.

Baca juga: Tak Ada Alasan Lansia Menunda Olahraga Jalan Kaki, Ini Deretan Manfaatnya

Lansia di Jepang memang begitu aktif, mereka kerap terlihat melakukan berbagai macam pekerjaan sendiri seperti membuat soba, mencabut rumput dan lain-lain.

Jadi pada intinya jangan berhenti beraktifitas meski sudah usia lanjut, hanya saja jangan terlalu memaksakan mengingat kondisi fisik sudah tidak sebugar saat muda.

Sementara dari sisi caregivernya, orang Jepang itu detail terhadap pencatatan. Setiap hari kita mencatat dalam tim kejadian-kejadian kecil atau masalah kecil yang terjadi pada lansia. 

Segala sesuatu dicatat secara detail jadi kita bisa antisipasi terkait dengan perkembangan kondisi lansia dan bagaimana cara memperlakukannya.

Foto: Psikolog sekalius careworker Nareswari Putri Sulisviathi. (YouTube Geriatri TV)

Video Lansia Online

 

 

 

TanyaCareworker,lansia sehat,kesehatan lansia,merawat lansia,perawatan lansia,lansia tantrum,psikologis lansia,geriatri,lansia online,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Menghirup Udara Pagi di Taman Kota Salatiga

Rahasia 'SuperAgers': Lansia dengan Daya Ingat Setajam Orang Muda

Mengasuh Cucu? Boleh Banget tuh

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026