
Oleh: Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD-KGer, M.Epid, FINASIM
Geriatri.id - Malnutrisi saat ini dimaknai tidak hanya sebagai kondisi normal tidaknya indeks massa tubu/body mass index (BMI) semata. Seseorang bisa saja memiliki BMI normal tetapi mengalami malnutrisi. Kondisi malnutrisi terjadi manakala, tubuh tidak mendapat asupan gizi yang cukup.
Malnutrisi dapat juga disebut keadaaan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan di antara asupan makanan dengan kebutuhan gizi untuk mempertahankan kesehatan. Ini bisa terjadi karena asupan makan terlalu sedikit ataupun pengambilan makanan yang tidak seimbang.
Selain itu,kekurangan gizi dalam tubuh juga berakibat terjadinya malabsorpsi makanan atau kegagalan metabolik. Pada orang berusia lanjut (lansia), malnutrisi dapat menimbulkan hilangnya massa dan kekuatan otot dan tulang atau yang disebut Sarcopenia.
Sarcopenia sendiri adalah fenomena yang juga mengiringi pertambahan usia seseorang. Namun kondisi ini juga diperparah oleh malnutrisi, anorexia, masalah-masalah hormonal yang terkait pertambahan usia, dan kondisi bedrest. Sarcopenia dapat menimbulkan risiko peradangan, cedera, penyakit dan lain-lain.
Manajemen Sarcopenia
1. Aktivitas Fisik
2. Asupan Suplemen Nutrisi
Olahraga sama efektifnya pada lansia sebagaimana pada orang dewasa muda untuk memulihkan kondisi kehilangan massa otot dan sintesis protein otot yang rendah.***
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri