Benarkah Lansia Cenderung Menjadi Galak dan Pemarah?


Berita Lansia - Merawat orang lanjut usia (lansia) membutuhkan kesabaran karena terkadang sikapnya yang membingungkan. Contohnya lansia sering marah tanpa sebab yang jelas. Mengapa lansia sering marah-marah? 

2023-08-04 19:33:57

Geriatri.id - Merawat orang lanjut usia (lansia) membutuhkan kesabaran karena terkadang sikapnya yang membingungkan. Contohnya lansia sering marah tanpa sebab yang jelas. Mengapa lansia sering marah-marah? 

Sebuah studi di Swiss memberikan jawabannya. Studi ini dilakukan peneliti Jerman, yaitu Harm-Peer Zimmermann dan Heinrich Grebe. 

Para peneliti membagi dua periode usia untuk menggambarkan kondisi lansia. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Mereka menggambarkan lansia berusia 65-80 tahun cenderung positif dan memiliki peluang merealisasikan diri lebih besar setelah pensiun.

Sementara untuk lansia berusia di atas 80 tahun, para peneliti menggambarkannya sebagai pesimistis, kemunduran fisik dan mental yang cepat, demensia serta hilangnya identitas dan martabat.

Para peneliti menemukan semacam "kesejukan senior" (senior coolness) pada diri sejumlah responden. Ini sebagai bentuk kemampuan untuk tetap tenang dalam kondisi keterbatasan di masa tua. 

Mereka tidak marah ketika kehilangan dan keterbatasan serta memandangnya dengan balutan humor.

Para peneliti menggambarkan mereka "tidak membiarkan diri terjerumus akibat kesengsaraan usia tua."

Kesejukan senior tidak terkait dengan kondisi kehidupan tertentu. Kepribadian mereka cenderung matang karena neurotisisme manusia menurun dan sebaliknya keramahannya meningkat.


Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Namun, sebuah penelitian lain dari ilmuwan Denmark-Amerika Serikat (AS) Erik Erikson mengatakan lansia berusia lebih dari 65 tahun menghadapi perang psikologis antara integritas dengan putus asa.

Erikson menyebut lansia menjadi tahap akhir teorinya tentang  delapan tahap perkembangan hidup manusia.

Dilansir ScienceFocus, Erikson menjelaskan jika lansia memandang hidup mereka dengan kekecewaan dan penyesalan, keputusasaan akan menang.

Kondisi ini akan memicu kepahitan dan membuat lansia menjadi sosok galak dan pemarah.

Sebaliknya jika lansia menyadari telah melakukan yang terbaik dan melihat hidup dengan penerimaan penuh makna, mereka akan terhindar dari kepahitan dan menikmati kebijaksanaan.***

Ilustrasi - Lansia sedang duduk.(Pixabay)

Video Lansia Online:

 

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,berita lansia,geriatri

ARTIKEL LAINNYA

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026