
Geriatri.id - Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, fungsi otak akan mengalami penurunan. Sebuah studi menemukan bahwa mempelajari musik bisa memperlambat penuaan otak dan risiko demensia pada lansia.
Penurunan daya ingat dan kerja otak PADA lansia tidak bisa dihindari.
Namun dilansir IFL Science, sebuah studi menemukan bahwa mempelajari musik bermanfaat meningkatkan volume materi abu-abu di otak pada lansia.
Materi abu-abu adalah bagian dari otak yang memungkinkan kontrak gerakan, ingatan dan emosi.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Selain materi abu-abu, terdapat materi putih yang berfungsi sebagai saluran komunikasi antara materi abu-abu dengan bagian tubuh lain.
Ketika memasuki lansia, orang berisiko mengalami kepikunan.
Menurut Damie Marie dan tim penelitinya, belajar musik dapat mencegah kepikunan.
Hal itu tertuang dalam penelitian mereka yang berjudul "Music interventions in 132 healthy older adults enhance cerebellar grey matter and auditory working memory, despite general brain atrophy".
Dalam penelitian ini, Marie dan tim peneliti melibatkan 132 partisipan berusia 62 tahun - 78 tahun.
Semua partisipan sudah pensiun dan tidak pernah belajar musik lebih dari enam bulan dalam hidup mereka.
"Kami menginginkan meraka yang otaknya belum ada jejak plastisitas dari pembelajaran musik. Pengalaman belajar singkat dalam perjalanan hidup seseorang dapat meninggalkan jejak di otak. ini akan membiaskan hasil kami," ujar Marie dalam laporannya.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Para peneliti membagi partisipan menjadi dua tim. Tim pertama mempelajari musik praktis berupa piano.
Sedangkan tim kedua mempelajari teori musik seperti sejarah musik, apresiasi musik dan membuat musik.
Mereka mengikuti kelas selama satu jam per minggu dan diharapkan berlatih atau menyelesaikan pekerjaan rumah 30 menit per hari, lima hari dalam seminggu.
Studi berlangsung selama satu tahun dan ditindaklanjuti enam bulan kemudian.
Para peneliti mengakui tidak mungkin menyimpulkan pelatihan musik akan memulihkan area otak di mana penuaan telah menyebabkan kerusakan.
Namun, pelatihan musik dapat membantu mencegah penuaan di area tertentu.
Penelitian ini menunjukkan materi abu-abu di empat wilayah otak terlibat dalam fungsi kognitif tingkat tinggi, termasuk area otak kecil yang terlibat dalam memori kerja.
"Kinerja mereka meningkat 6 persen dan hasil ini terkait langsung dengan plastisitas otak kecil," kata Clara James, penulis lain dari laporan itu.***
Ilustrasi - Bermain musik.(Pexels)
Video Lansia Online:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri