Salah Satu Penyebab Kematian, Jemaah Haji Diminta Waspadai Serangan Penyakit Jantung


Berita Lansia - Hingga hari ke-25 penyelenggaraan ibadah haji, terdapat 42 dari 78 jemaah haji meninggal di Arab Saudi disebabkan penyakit jantung.

2023-06-22 20:31:54

Geriatri.id - Salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian terbanyak dari jemaah haji adalah penyakit jantung. 

Hingga hari ke-25 penyelenggaraan ibadah haji, terdapat 42 dari 78 jemaah haji meninggal di Arab Saudi disebabkan penyakit jantung.

Penanggungjawab Medis KKHI Makkah dr. Muhaimin Munizu, Sp.JP mengatakan bahwa penyakit jantung dapat disebabkan beberapa faktor risiko seperti usia dan penyakit komorbit.

dr. Muhaimin menjelaskan laki-laki berusia di atas 45 tahun dan wanita berusia di atas 55 tahun berisiko terkena penyakit jantung. 

Dari segi usia, fenomena peningkatan jumlah jemaah haji lansia tahun ini, menjadi peringatan pada pemantauan pelayanan kesehatan terutama terkait penyakit jantung.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Faktor risiko kedua penyakit komorbit seperti hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan kolesterol yang dapat menimbulkan risiko terkena penyakit jantung. 

Melalui Kartu Kesehatan Jemaah Haji (KKJH) diketahui banyak jemaah haji lansia kita memiliki penyakit penyerta itu.

Lebih lanjut, dr. Muhaimin mengungkapkan ditemukan juga jemaah haji yang sudah dalam terapi penyakit jantung koroner atau dengan gagal jantung. 

Karena itu jemaah haji dengan riwayat penyakit jantung dan faktor risiko, menjadi prioritas bagi petugas kesehatan untuk dilakukan pemantauan terus menerus.

Selain faktor risiko, jemaah haji perlu mewaspadai faktor pencetus terjadinya gangguan akut pada jantung atau lebih dikenal dengan serangan jantung seperti aktivitas fisik yang melampaui kemampuan hingga menimbulkan kelelahan, istirahat yang kurang, dan ditambah dengan cuaca ekstrem.


''Banyak jemaah haji sakit yang dirujuk di KKHI dan Rumah Sakit Arab Saudi, dengan keluhan serangan jantung, mayoritas sebelumnya menjalani aktivitas fisik yang berat seperti umrah. Pasien mengalami serangan jantung pasca melakukan tawaf atau sai,'' kata dr. Muhaimin dikutip dari laman Kemenkes.

Dia mengatakan, jemaah haji dengan penyakit jantung masih bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar, namun harus disesuaikan kemampuan dan tidak memaksakan diri. 

Jemaah haji dengan penyakit jantung disarankan menggunakan bantuan kursi roda. Selain itu jemaah haji juga diimbau untuk menjalankan aktivitas pada malam hari untuk menghindari cuaca panas ekstrem.

''Seharusnya jemaah dengan penyakit jantung tidak dipaksakan untuk melakukan aktivitas fisik yang berat. Solusinya bisa difasilitasi dengan penggunaan kursi roda.

Selain itu disarankan kepada jemaah haji untuk memilih waktu yang tepat untuk melakukan ibadah wajib seperti pada malam hari untuk menghindari cuaca ekstrem,'' jelasnya.

Jemaah haji perlu mewaspadai tanda-tanda serangan jantung seperti tiba-tiba merasa nyeri hebat di dada sebelah kiri, sesak nafas, kelelahan ekstrim, keringat dingin dan nyeri ulu hati.

Jika jemaah haji mengalami tanda-tanda seperti ini, segeralah meminta bantuan tenaga kesehatan terdekat.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Jika jemaah haji mengalami kondisi seperti ini diharapkan segera memeriksakan diri ke Tenaga Kesehatan Haji yang ada di Kloter (TKH). 

Selanjutnya TKH diharapkan bisa lebih cepat melakukan skrining dengan pemeriksaan EKG. Alat rekam jantung /EKG sudah disediakan di setiap pos kesehatan sektor, sehingga deteksi dini penyakit jantung dapat lebih mudah dilakukan.

''Jika jemaah mengalami tanda-tanda serangan jantung, segeralah meminta bantuan tenaga kesehatan. TKH di kloter bisa cepat melakukan pemeriksaan EKG yang ada di pos kesehatan sektor. Harapannya mencegah komplikasi dari serangan jantung itu sendiri,'' kata dr. Muhaimin.

Dia menegaskan deteksi dini kejadian gangguan jantung akut atau serangan jantung sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi dari serangan jantung.***

Foto: Jemaah haji.(Dok.Kemenkes)

Video Lansia Terbaru:


 

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,geriatri,berita lansia,merawat lansia,penyakit jantung

ARTIKEL LAINNYA

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026