Kenali Tanda Sarcopenia, Ukuran Otot Mengecil hingga Penurunan Keseimbangan


Berita Lansia - Fungsi otot akan mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Meski rajin berolahraga di usia muda, bukan jaminan pasti terbebas dari kemungkinan terkena sarcopenia saat lanjut usia (pansia).

2023-05-01 19:30:11

Geriatri.id - Fungsi otot akan mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Meski rajin berolahraga di usia muda, bukan jaminan pasti terbebas dari kemungkinan terkena sarcopenia saat lanjut usia (pansia).

Sarcopenia adalah kondisi ketika tubuh kehilangan massa, kekuatan dan fungsi otot. Kondisi ini tidak bisa disepelekan karena berhubungan dengan masalah kesehatan serius seperti kelemahan, kecacatan, morbiditas dan mortalitas.

Sarcopenia akan memengaruhi gaya dan keseimbangan seseorang saat berjalan, sulit menaiki tangga dan mengangkat benda.

Baca Juga: Butuh Perhatian Khusus, Dinsos Indramayu Kunjungi Lansia Berusia 109 Tahun

Penurunan massa otot dimulai di usia 30 tahun dan biasanya berkurang 3-8% per 10 tahun.

Selain karena faktor usia, faktor lain penyebab sarcopenia karena perubahan kadar hormon, kebutuhan protein berubah, neuron motorik mati, dan kekurangan vitamin D. 

Berikut gejala sarcopenia seperti dilansir Express:

1. Ukuran otot mengecil

Kondisi ini kurang disadari karena orang jarang memerhatikan ukuran otot mereka. Namun ada indikator fisik yang bisa dilihat. 

Perhatikan apakah otot di tangan, perut, kaki, atau di bagian mana saja semakin lama semin kecil.

2. Badan menjadi lemah 

Badan lemah menjadi indikator lain yang harus diwaspadai sebagai gejala sarcopenia. Kondisi badan lemah meningkatkan risiko jatuh yang bisa berakibat patah tulang. 

Jika sering merasa lemah dan lebih mudah terjatuh, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah itu gejala sarcopenia atau bukan.

3. Kehilangan daya tahan


Penderita sarcopenia sering kehilangan daya tahan atau stamina.

Akibatnya, mereka mengalami kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

4. Penurunan keseimbangan

Gelaja lain sarcopenia adalah keseimbangan yang terus memburuk yang menyebabkan orang menghindari aktivitas fisik.

Namun masalahnya, penurunan frekuensi aktivitas fisik bisa mempercepat kehilangan massa otot.***

Ilustrasi - Pixabay

Video Lansia Terbaru:

geriatri,lansia,sarcopenia,penyakit lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

Bukan Sekadar Nostalgia, Ini Alasan Lansia Senang Mengenang Masa Lalu

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026