
Penulis: Husna Sabila
Geriatri.id - Inflamasi (peradangan) terkadang menjadi hal yang dapat mengganggu aktivitas lansia. Meskipun tidak sepenuhnya buruk, karena merupakan respons alami tubuh terhadap suatu cedera atau penyakit, inflamasi umumnya memberikan dampak-dampak yang kurang nyaman bagi tubuh.
Tubuh yang meriang, nyeri sendi, bahkan demam, dapat terjadi ketika seseorang terkena radang. Pada beberapa kondisi, inflamasi juga dapat membuat mobilitas seseorang menjadi terganggu.
Untuk mencegah inflamasi terjadi secara berkelanjutan dan terus-menerus, keluarga Indonesia dapat melakukan beberapa langkah pencegahan sebagai berikut, seperti dikutip dari laman Harvard Medical School:
1. Melakukan diet sehat
Perlu digarisbawahi, ‘diet’ tidak berarti membatasi jumlah porsi makan, akan tetapi lebih kepada memilih hal-hal apa saja yang masuk ke dalam tubuh kita.
Beberapa bahan makanan dapat meningkatkan risiko peradangan dalam tubuh seperti lemak jenuh, lemak trans, dan gula refinasi.
Melaksanakan diet anti-inflamasi dapat menurunkan risiko dan dampak terjadinya peradangan dalam tubuh.
2. Berolahraga secara rutin
Olahraga secara rutin dapat membantu tubuh dalam melawan peradangan. Ketika seseorang melakukan olahraga, tubuh akan mengeluarkan sejumlah protein yang salah satu kegunaannya yaitu untuk anti peradangan.
Selain itu, olahraga secara rutin juga membantu tubuh untuk tetap sehat secara keseluruhan, karena berhubungan langsung dengan imunitas tubuh.
3. Menjaga berat badan dalam rentang yang sehat
Pada orang-orang dengan kelebihan berat badan, sel-sel lemak biasanya cenderung menumpuk dalam tubuh.
Kelebihan sel lemak ini dapat menstimulasi terjadinya peradangan dalam tubuh. Menjaga berat badan dalam rentang ideal dan sehat, selain dapat mencegah bertumpuknya sel lemak tersebut, juga bisa mencegah risiko terjadinya diabetes tipe 2 yang juga dapat menyebabkan inflamasi kronik.
4. Manajemen stres yang baik
Stres yang terjadi berulang dalam diri ini dapat memicu dan berkontribusi terhadap timbulnya peradangan dalam tubuh.
Manajemen stres dapat dilakukan untuk mencegah hal ini.
Keluarga Indonesia dapat melakukan manajemen stres dengan membaca artikel-artikel mengenai hal ini, juga melakukan yoga, dan berbagai bentuk kegiatan relaksasi lainnya yang dapat meringankan kemungkinan stress.
5. Berhenti merokok
Merokok selain memberi dampak negatif bagi tubuh ternyata juga memiliki dampak terhadap peradangan tubuh. Racun yang ikut terhirup melalui asap rokok dapat menjadi pencetus inflamasi.
6. Mencegah kondisi yang menyebabkan respons inflamasi
Beberapa kondisi tubuh dapat menyebabkan respons inflamasi. Tubuh yang terinfeksi suatu penyakit misalnya, akan mengaktifkan respons peradangan yang dilakukan sistem imunitas tubuh.
Selain infeksi, kanker dan alergi juga dapat menyebabkan respons inflamasi dalam tubuh. Menjaga kondisi dengan melakukan gaya hidup sehat, mencegah pencetus dan penyebab kanker serta alergi, kemudian melakukan pemeriksaan secara terjadwal mungkin dapat dilakukan lansia dan keluarga Indonesia agar tetap sehat dan terhindar dari risiko-risiko tersebut.***
Cek Channel Video Kesehatan Lansia di Geriatri TV
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri