Mengenal Penyebab Anemia pada Lansia


Berita Lansia - Secara umum, lansia yang terkena anemia akan menunjukkan tanda-tanda seperti wajah yang pucat, kedinginan, mudah merasa lelah, cenderung melemah, pusing, dan kepala terasa ‘ringan’.

2022-05-21 00:07:16

Penulis: Husna Sabila

Geriatri.id -  Anemia adalah salah satu gangguan yang cukup masif terjadi di masyarakat, baik pada kalangan muda maupun lanjut usia.

Definisi anemia menurut Health In Aging-Geriatrics Healthcare Professional adalah sebuah kondisi di mana jumlah sel darah merah maupun konsentrasi hemoglobin (Hb) dalam darah berada di bawah batas normal, yaitu di bawah 12 mgdL.

Anemia dapat terjadi dalam waktu yang sementara maupun lama. Kondisi ini tentunya dapat mengganggu fungsi tubuh karena pasokan oksigen dan ‘bahan makanan’ yang dibawa oleh hemoglobin dan eritrosit secara keseluruhan terganggu. 

Secara umum, orang yang terkena anemia akan menunjukkan tanda-tanda seperti wajah yang pucat, kedinginan, mudah merasa lelah, cenderung melemah, pusing, dan kepala terasa ‘ringan’.

Selain itu, anemia juga dapat menyebabkan kesulitan dalam berpikir, menghapal dan mengingat, serta kemampuan dan keseimbangan dalam hal mobilitas (misalnya bangun dari posisi duduk, dll).

Adapun pada lansia, dikutip dari laman RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, gejala yang ditampilkan biasanya kurang khas dan rata-rata penurunannya tidak terjadi secara akut melainkan kronis.

Adanya anemia pada lansia ini juga akan mengganggu performa tubuh khususnya bagian-bagian penting seperti jantung, otak, dan lain-lain. 

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, tugas dari Hb dan sel darah merah yaitu mengikat dan mengedarkan oksigen serta zat-zat yang dibutuhkan tubuh hingga ke tingkat seluler.

Menurunnya jumlah sel darah merah maupun konsentrasi Hb akan berdampak pada kurangnya oksigen dan zat yang diperlukan oleh sel-sel organ tubuh untuk menjalankan fungsi mereka.

Kekurangan dan ketiadaan ini, apabila dibiarkan dalam kurun waktu yang cukup lama, dapat menyebabkan gangguan dan komplikasi.


Contoh gangguan yang ditimbulkan akibat anemia yaitu otak yang menjadi mudah lupa, pada ginjal anemia akan menyebabkan gangguan gagal ginjal, sedangkan pada jantung akan menyebabkan jantung yang lebih mudah berdebar-debar dan risiko pingsan. 

Penyebab terjadinya anemia pada lansia pun beragam. Secara umum, terdapat tiga jenis anemia berdasarkan penyebabnya. Ketiga jenis anemia tersebut yaitu:

1. Anemia akibat kurangnya zat besi

Zat besi merupakan salah satu zat pembangun dari sel darah merah. Defisiensi (kekurangan) zat besi dapat terjadi ketika tubuh tidak cukup mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan zat besi, ataupun ketika tubuh terluka berdarah.

Kurangnya zat besi pada tubuh juga dapat berasosiasi dengan adanya gangguan pencernaan.

Bahkan pada kasus tertentu, kurangnya zat besi juga dapat menjadi penanda dari adanya keganasan (Sehatq.com).

Saat tubuh kekurangan zat besi, maka lansia dapat mengalami anemia defisiensi iron.

Untuk mencegah hal tersebut, lansia dapat melakukan pengecekan kadar zat besi secara rutin dan mengonsumsi makanan yang menjadi sumber zat besi tubuh. 

2. Pernicious anemia atau anemia yang disebabkan defisiensi B12 dan folat

Meskipun cenderung jarang terjadi, kurangnya kadar asam folat dan vitamin B-12 dalam tubuh dapat menyebabkan anemia.

Anemia karena kurangnya B-12 dan folat ini biasanya dihubungkan dengan kebiasaan konsumsi alkohol serta kondisi malnutrisi yang dialami seseorang.

Anemia ini dapat dicegah dengan konsumsi makanan yang mengandung folat dan B12, serta jika dibutuhkan lansia dan keluarga Indonesia dapat merutinkan konsumsi suplemen B komplit. 

3. Anemia karena penyakit kronis


Adanya penyakit kronis yang diderita lansia ternyata dapat berdampak pada timbulnya anemia.

Anemia ini dapat terjadi akibat adanya inflamasi kronis yang disebabkan oleh peradangan yang berkepanjangan, rusaknya jaringan tubuh, dan beragam bentuk lain seperti adanya tumor, arthritis, dan penyakit kronis lainnya. 

4. Anemia Hemolitik 

Anemia ini berdasarkan namanya hemo+itik, yang berarti rusak atau matinya sel darah merah.

Sel darah merah dirusak dan mati lebih cepat dibandingkan waktu sel darah merah dibentuk, akibatnya terjadi kekurangan sel darah merah atau anemia.

Kondisi ini biasanya terjadi akibat suatu penyakit, efek samping obat, paparan zat kimia, atau dalam beberapa kasus, merupakan bawaan sejak lahir.***

Video Lansia Online

 

penyakit lansia, berita lansia, lansia sehat, merawat lansia, geriatri,lansia,lansia bahagia,lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Jepang Rekrut Atlet dan Binaragawan untuk Merawat Lansia

Memahami "Keributan" Suami-Istri di Usia Lansia

Semangka Juga Jadi "Penyelamat" Dehidrasi Tersembunyi pada Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026