Tradisi Sungkeman kepada Orangtua di Hari Lebaran


Berita Lansia - Selain mudik dan ketupat, tradisi lain ciri khas perayaan lebaran di Indonesia adalah sungkeman. Ini adalah sebuah penghormatan khusus kepada orangtua dan lansia.

2022-04-30 09:39:42

Penulis: Husna Sabila

Geriatri.id -  Selain mudik dan ketupat, tradisi lain yang menjadi ciri khas perayaan lebaran di Indonesia adalah momen “sungkeman”. Ini adalah sebuah bentuk penghormatan khusus kepada orangtua.

Sungkeman biasanya dilakukan oleh generasi yang lebih muda kepada yang lebih tua. Dalam sebuah keluarga besar, misalnya, ayah/ibu sungkem kepada kakek/nenek, anak sungkem kepada ayah/ibu, sesuai urutan usia dan seterusnya.

Khusus di Hari Raya Idul Fitri, umumnya sungkeman dilakukan dengan bersalaman dan mencium tangan orang yang lebih tua, dengan tubuh sedikit dibungkukkan, atau juga sembari berlutut, sambil mengucapkan kata-kata permohonan maaf.

Tradisi sungkeman lebaran kemudian tidak hanya terjadi di sebuah keluarga inti. Dalam kultur masyarakat, mereka yang lebih muda biasanya akan berkunjung ke rumah orang-orangtua, yang dituakan, ataupun sesepuh di lingkungan mereka.

Dilansir dari The Asian Parent, tradisi sungkeman merupakan salah satu bentuk cinta anak kepada orangtua dan tetua mereka. Selain bentuk cinta, sungkeman juga merupakan bentuk penghormatan kepada orang-orang tua dalam keluarga. Dari perspektif keagamaan, tradisi ini juga dapat dijadikan sebagai momen untuk menggugurkan dosa-dosa dengan saling memaafkan. 

Dr. R. Herlambang Perdana Wiratraman dari Fakultas Ilmu Hukum Universitas Airlangga Surabaya, menyatakan bahwa tradisi sungkeman ini bermanfaat sebagai ajang refleksi diri bagi kaum muda untuk tetap istikamah, menjauhi hal yang negatif, dan berusaha menjadikan diri mereka lebih baik dengan wejangan dari orang yang lebih tua. Adanya kegiatan berkumpul bersama melalui kegiatan sungkem ini juga dapat menjadi momen recharge spiritualitas diri. 

Khusus pada lansia, tradisi sungkem pun memiliki beberapa manfaat. Kegiatan ini dapat menghadirkan perasaan bahwa lansia adalah bagian penting dari sebuah kelompok sosial—keluarga—sehingga dapat meningkatkan nilai diri mereka.

Adanya perasaan bahwa mereka adalah bagian dari sebuah keluarga, membantu lansia untuk memperoleh dan merasakan dukungan emosional yang diberikan keluarga, sehingga membuat mereka dapat melihat diri sendiri secara lebih positif serta memperbaiki kondisi psikologis lansia.

==

Video Lansia

 

berita lansia, geriatri, lansia bahagia,lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Jangan Diabaikan, Ini 7 Tanda Lansia Kekurangan Protein

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026