Menua dan Menurunnya Massa Otot pada Lansia


Kenapa setelah tua tubuh kita tidak sekuat dulu? Karena semakin seseorang berumur, massa otot di tubuh semakin menurun. Tetap aktif bergerak dapat mengurangi penurunan tersebut secara drastis.

2022-03-07 12:07:13

Penulis: Husna Sabila

Geriatri.id - Seiring dengan proses menua yang sangat wajar terjadi, biasanya terdapat perubahan-perubahan tubuh yang turut menyertai proses menua tersebut. Salah satu perubahan yang umum terjadi yaitu perubahan pada mobilitas dan kekuatan tubuh di usia lansia.

Perubahan pada kekuatan tubuh lansia umumnya disebabkan karena penurunan massa otot—disebut juga sarcopenia. Pada umumnya manusia mengalami penurunan massa otot sebesar 3-8% dalam tiap dekade setelah di atas usia 30 tahun.

Pengurangan massa otot semakin tinggi saat berusia di atas 60 tahun.

Penurunan massa otot pada lansia biasanya dibarengi pula dengan kepadatan tulang yang menurun, serta kekakuan pada sendi-sendi tubuh.

Menurut Volpi Elena, et al. peneliti dari kedokteran University of Southern California, Amerika Serikat, penyebab pertama terjadinya sarcopenia yaitu adanya pengurangan jumlah sel-sel otot pada tubuh.

Menjadi tua membuat bagian-bagian di tubuh mengalami penurunan fungsi, termasuk otot. Itulah alasan mengapa lansia kehilangan massa ototnya dan membuat dirinya tidak sekuat dulu.

Proses biokimia dan metabolisme sel juga mengalami perubahan ketika seseorang menua. Pada lansia, otot mengalami penurunan kemampuan dalam menggunakan oksigen saat berolahraga sebesar 30%.

Selain itu, proses penuaan juga berpengaruh terhadap keseimbangan kadar hormon dalam tubuh, yang kemudian menjadi salah satu penyebab terjadinya sarcopenia. 

Hal lain yang mungkin menjadi penyebab lansia mengalami sarcopenia adalah pola hidup yang ‘tidak aktif’.

Otot yang tidak digunakan – dengan kata lain, tidak banyak bergerak secara fisik -- akan berpengaruh terhadap penurunan massa dan kekuatan otot.

Baca juga

Manutrisi dan Sarcopenia pada Lansia

Opa Oma, Sudah Olahraga Apa Hari ini?

Faktor lainnya adalah asupan nutrisi. Pada lansia, perubahan pola makan berupa pengurangan asupan nutrisi secara progresif akan mempengaruhi pengecilan otot pada tubuh lansia.

Meskipun demikian, perlu diketahui bahwa sel-sel otot manusia bersifat plastis, yang artinya dapat mengalami regenerasi maupun peningkatan kekuatan serta massa.

Dengan mengetahui kemungkinan penyebab-penyebab terjadinya pengecilan massa otot atau sarcopenia, lansia mapun caregiver dapat melakukan pencegahan serta upaya-upaya untuk menguatkan kembali otot tubuh lansia.

Caranya antara lain membenahi asupan nutrisi serta berusaha agar fisik tetap aktif, baik melalui olahraga atau sekadar gerakan-gerakan ringan, jalan kaki pagi, dan lain-lain.***

 

Video "Mengatasi Masalah Gerak pada Lansia"

 

sarcopenia, penyakit lansia, lansia sehat, geriatri, merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Cara Mengukur Kebutuhan Porsi Makan Lansia

Memahami Hipertensi (12): Relaksasi Nafas dan Otot serta Pikiran untuk Turunkan Tensi

China hingga Indonesia Berlomba Bangun Sistem Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026