Zona Merah dan Oranye, Salat Id di Rumah


Daerah yang berada di zona risiko kuning dan hijau bisa melakukan salat Id secara berjemaah. 

2021-05-05 04:16:39

Geriatri.id | Berita Lansia -- Pelaksanaan salat Idul Fitri 1422H kembali akan mengalami pengetatan. Namun tidak seperti tahun 2020 lalu, di mana salat Idul Fitri diperintahkan untuk dilakukan di rumah masing-masing. Untuk tahun ini pelaksanaan salat Id harus mempertimbangkan zonasi risiko.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito dalam keterangan persnya di Graha BNPB, 04/05/2021. Menurut Wiku, nantinya untuk daerah yang masuk dalam zona risiko merah dan oranye, diperintahkan untuk melakukan salat Id di rumah saja. Sementara daerah yang berada di zona risiko kuning dan hijau bisa melakukan salat Id secara berjemaah. 

Meski demikian, ada syarat yang harus dipenuhi untuk bisa melakukan salat Id secara berjemaah. Yaitu, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dan diikuti maksimal 50% dari total kapasitas masjid. Masyarakat atau jemaah juga diminta membawa perlengkapan salat sendiri.

Menurut Wiku, kerumunan merupakan potensi dari titik awal penularan cluster Covid-19. Ia meminta masyarakat dapat bijaksana, mengurangi mobilitas dan berhati-hari. Satgas Covid-19 di daerah juga diminta lebih sigap menyikapi, mengawasi dan menindak pelanggaran protokol kesehatan.

Seperti diketahui pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan peniadaan mudik Idul Fitri tahun ini. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk perlindungan dari penularan Covid-19. Kebijakan akan menjadi efektif kalau pemerintah pusat dan daerah punya suara yang sama. “Menyamakan narasi sehingga masyarakat memahami,” katanya. 

Pemerintah juga kembali memutuskan perpanjangan PPKM Mikro dari 4-17 Mei 2021. Ada 5 provinsi baru yang ikut memberlakukan PPKM Mikro ini yaitu Riau, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Papua Barat. Sehingga total terdapat 30 provinsi yang menerapkan kebijakan ini dan satgas daerah diminta memberlakukan pengawasan secara ketat. “Pada hari raya bersama-sama mencegah penularan sehingga kasus Covid-19 dapat ditekan,” ujar Wiku. (Dewi Retno untuk Geriatri.id)

Berita Lansia,Geriatri,Ramadan,Idul Fitri,Lebaran

ARTIKEL LAINNYA

Mobil-Mobil ini Mungkin Cocok untuk Lansia

Cara Penggunaan Tongkat agar Tetap Seimbang

Jangan Diabaikan, Ini 7 Tanda Lansia Kekurangan Protein

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026