
GERIATRI.CO.ID - Membaca koran mulai terasa sulit. Tulisan di televisi tampak kabur, warna benda terlihat kurang cerah, atau lampu pada malam hari terasa menyilaukan. Bagi sebagian lansia, perubahan ini dianggap sebagai bagian biasa dari bertambahnya usia. Tak sedikit pula yang langsung menduga katarak ketika penglihatan mulai berkabut.
Dugaan tersebut memang masuk akal, sebab katarak lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, gangguan penglihatan tidak selalu disebabkan oleh katarak.
Ada kondisi mata lain yang juga dapat mengganggu penglihatan, bahkan berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, ketika lansia mulai kesulitan melihat, penting untuk tidak terburu-buru menyimpulkan penyebabnya.
Katarak merupakan kondisi ketika lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh. Akibatnya, cahaya tidak dapat melewati lensa dengan baik sehingga penglihatan tampak kabur, berkabut, atau seperti melihat melalui kaca yang berembun.
Menurut National Eye Institute (NEI), bagian dari National Institutes of Health Amerika Serikat, katarak umumnya berkembang secara perlahan. Pada awalnya, seseorang mungkin tidak menyadari perubahan tersebut. Seiring waktu, penglihatan dapat semakin terganggu dan aktivitas seperti membaca, menonton televisi, atau melihat pada malam hari menjadi lebih sulit.
Selain penglihatan kabur, beberapa tanda katarak yang dapat dikenali antara lain:
Meski demikian, gejala-gejala tersebut tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami katarak. Pemeriksaan mata diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Penglihatan berkabut atau kabur pada lansia dapat berkaitan dengan sejumlah kondisi lain. Gejala yang dirasakan terkadang mirip, tetapi penyebab dan penanganannya berbeda. Beberapa kondisi pengelihatan berkabut atau kabur selain katarak yaitu:
1. Glaukoma
Glaukoma merupakan kelompok penyakit yang merusak saraf optik, yaitu saraf yang mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. Kerusakan ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.
Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah glaukoma sering tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal. Pada sebagian kasus, penglihatan samping atau tepi lapang pandang berkurang secara perlahan sehingga penderitanya tidak segera menyadarinya.
2. Retinopati diabetik
Lansia yang hidup dengan diabetes juga perlu memperhatikan kesehatan matanya. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah pada retina, lapisan di bagian belakang mata yang berperan menangkap cahaya.
Kondisi ini disebut retinopati diabetik. Pada tahap awal, keluhannya mungkin belum terasa. Ketika penyakit berkembang, penglihatan dapat menjadi kabur atau muncul bintik-bintik gelap yang melayang dalam pandangan.
Karena itu, penderita diabetes perlu menjalani pemeriksaan mata sesuai anjuran tenaga kesehatan, meskipun belum merasakan gangguan penglihatan.
3. Gangguan pada makula
Makula merupakan bagian retina yang berperan penting dalam penglihatan pusat, misalnya saat membaca, mengenali wajah, atau melihat detail benda.
Gangguan pada bagian ini dapat membuat penglihatan pusat menjadi kabur atau garis lurus tampak bergelombang. Lansia yang mengalami perubahan seperti ini perlu diperiksa karena gangguan makula dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Dengan kata lain, lokasi dan pola perubahan penglihatan dapat memberikan petunjuk, tetapi tetap tidak dapat digunakan untuk menentukan diagnosis tanpa pemeriksaan.
Kapan lansia perlu memeriksakan mata?
Perubahan penglihatan yang terjadi secara bertahap tetap perlu diperhatikan, terlebih jika mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Lansia sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mata ketika kesulitan membaca, sering merasa silau, sulit melihat pada malam hari, atau merasa resep kacamatanya tidak lagi membantu.
Pemeriksaan juga penting bagi lansia yang memiliki diabetes, riwayat penyakit mata, atau faktor risiko lain yang disarankan dokter untuk dipantau.
Jangan menunggu sampai penglihatan benar-benar terganggu. Sejumlah penyakit mata, termasuk glaukoma dan retinopati diabetik, dapat berkembang tanpa gejala awal yang mencolok.
Waspadai perubahan yang muncul mendadak. Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba, nyeri mata hebat disertai mata merah atau mual, maupun munculnya banyak bintik melayang atau kilatan cahaya secara mendadak perlu segera mendapatkan penilaian medis. Jangan menganggapnya sebagai katarak biasa. (lia)
***
Foto: Ilustrasi (www.pexels.com/@picasjoe)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri