
GERIATRI.CO.ID — Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap menjadi "sahabat tak diundang" bagi kalangan usia lanjut. Kondisi ini bisa dipicu oleh banyak faktor—mulai dari usia, pola makan, berat badan, hingga kebiasaan sehari-hari. Namun, ada satu hal penting yang sering kali terabaikan: tingkat aktivitas fisik.
Bagi Oma dan Opa, kurang bergerak atau terlalu banyak duduk ternyata berisiko meningkatkan tekanan darah. Mengapa demikian? Saat tubuh jarang beraktivitas, otot jantung beradaptasi dengan kondisi yang kurang terlatih. Akibatnya, jantung harus bekerja jauh lebih keras dan memompa lebih cepat—bahkan saat sedang beristirahat. Beban kerja ekstra ini lambat laun memicu peningkatan tekanan pada dinding pembuluh darah.
Sebaliknya, bergerak secara rutin membantu tubuh beradaptasi, menjaga denyut jantung istirahat tetap stabil, dan membuat kerja jantung jauh lebih efisien. Bahkan, aktivitas fisik tingkat ringan hingga sedang saja sudah sangat membantu menjaga pembuluh darah tetap elastis dan menurunkan tekanan darah.
Pelajaran Penting dari Penelitian UPTD Griya Wreda Jambangan
Sebuah penelitian terbaru yang melibatkan 63 lansia di UPTD Griya Wreda Jambangan, Surabaya, memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya menjaga tubuh tetap aktif.
Dalam studi tersebut, sepeti dikutip dari situs unair.ac.id, ditemukan fakta bahwa:
Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara aktivitas fisik dan kejadian hipertensi. Lansia dengan tingkat aktivitas fisik rendah diketahui memiliki peluang hingga 62 kali lebih besar terkena hipertensi dibandingkan dengan lansia yang aktif bergerak (kategori sedang hingga berat).
Menariknya, meskipun depresi secara teori dapat meningkatkan hormon stres (kortisol) dan memicu respons saraf yang memengaruhi tekanan darah, penelitian ini tidak menemukan hubungan langsung yang signifikan antara tingkat depresi dan kejadian hipertensi pada kelompok lansia tersebut. Faktor-faktor lain seperti pola makan, asupan obat rutin, penyakit penyerta, hingga genetik memegang peranan yang tak kalah penting.
Tips Tetap Aktif dan Sehat
Melihat betapa besarnya dampak aktivitas fisik terhadap tekanan darah, tidak ada kata terlambat bagi Oma dan Opa untuk mulai rutin bergerak. Tak perlu olahraga berat atau menguras tenaga, yang terpenting adalah konsistensi dan disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing.
Berikut beberapa pilihan aktivitas sederhana yang ramah lansia:
Yuk, mari ajak Oma, Opa, dan Sobat Geriatri tercinta untuk tetap aktif bergerak setiap hari demi jantung yang sehat dan kualitas hidup yang lebih baik. (a2s)
***
Foto: Ilustrasi (Gemini.Google)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri