2,4 Juta Lansia Kena ISPA, Mengapa Infeksi Pernapasan Perlu Diwaspadai Lansia?


Salah satu komplikasi yang penting adalah pneumonia, yaitu infeksi pada paru yang dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri.

2026-10-07T08:02

GERIATRI.CO.ID - Batuk, pilek, atau demam mungkin terlihat seperti penyakit ringan. Namun, pada lansia, infeksi saluran pernapasan bisa berkembang menjadi masalah yang jauh lebih serius.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat lebih dari 2,4 juta lansia mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Kasus tercatat tinggi di sejumlah wilayah dengan jumlah penduduk besar, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, dan Banten.

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa infeksi pernapasan pada usia lanjut tidak sebaiknya dianggap sebagai keluhan biasa.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk menghadapi infeksi dapat berubah.

Kemenkes menyebut sistem imun lansia cenderung melemah, sementara fungsi berbagai organ juga mengalami penurunan. Kondisi tersebut menjadi lebih kompleks ketika lansia memiliki penyakit penyerta, seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung.

Cadangan fungsi paru dan jantung yang sudah menurun juga membuat tubuh lansia lebih sulit menghadapi tekanan ketika terjadi infeksi saluran pernapasan. Dengan kata lain, infeksi yang tampak ringan pada orang yang lebih muda belum tentu memiliki dampak yang sama pada lansia.

Ada satu hal yang juga perlu diluruskan. ISPA dan influenza bukanlah istilah yang sama.

ISPA merupakan istilah umum untuk berbagai infeksi pada saluran pernapasan. Penyebabnya dapat bermacam-macam, termasuk virus influenza, RSV, adenovirus, rhinovirus, maupun bakteri.

Sementara itu, influenza secara khusus disebabkan oleh virus influenza. Gejalanya antara lain demam yang muncul mendadak, batuk, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, dan kelelahan.

Jadi, influenza termasuk ISPA, tetapi tidak semua ISPA adalah influenza.

Yang perlu diwaspadai pada lansia adalah kemungkinan terjadinya komplikasi. Salah satu komplikasi yang penting adalah pneumonia, yaitu infeksi pada paru yang dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri.

WHO memasukkan orang berusia di atas 65 tahun sebagai kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami pneumonia. Pada lansia, pneumonia bahkan dapat muncul dengan tanda yang tidak selalu khas. Salah satunya adalah kebingungan atau perubahan kondisi mental.

Karena itu, ketika orang tua tiba-tiba tampak lebih lemas, bingung, mengantuk, sulit bernapas, atau mengalami perubahan kondisi setelah mengalami infeksi pernapasan, keluarga sebaiknya tidak hanya menganggapnya sebagai “masuk angin”.

Data Kemenkes memberikan gambaran mengapa kondisi ini perlu diperhatikan. Di Aceh, misalnya, pada Januari 2026 tercatat 2.902 kasus ISPA pada lansia, dan 35 di antaranya merupakan kasus pneumonia.

Jumlah tersebut memang terlihat kecil dibandingkan keseluruhan kasus ISPA. Namun, pada lansia, pneumonia dapat menjadi kondisi yang serius dan membutuhkan penanganan segera.

WHO menyebut pneumonia dapat menyebabkan batuk, sesak napas, demam, menggigil, kelelahan, dan nyeri dada. Pada lansia, kebingungan juga dapat menjadi salah satu tandanya.

Tidak semua batuk atau pilek membutuhkan perawatan di rumah sakit. Namun, keluarga perlu lebih memperhatikan perubahan kondisi lansia.

Segera periksakan lansia apabila infeksi pernapasan disertai:

  • sesak atau kesulitan bernapas;
  • napas menjadi lebih cepat;
  • demam yang menetap atau kondisi semakin memburuk;
  • lemas yang tidak biasa;
  • sulit makan atau minum;
  • tampak mengantuk atau sulit dibangunkan;
  • muncul kebingungan atau perubahan perilaku secara tiba-tiba;
  • nyeri dada; atau
  • kondisi penyakit kronis yang ikut memburuk.

Terutama pada lansia dengan penyakit jantung, paru, diabetes, atau kondisi kesehatan lainnya, ambang untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebaiknya lebih rendah.

Kemenkes mendorong penguatan perlindungan lansia, termasuk melalui vaksinasi influenza tahunan, terutama di wilayah padat penduduk.

WHO juga menyebut imunisasi sebagai salah satu cara penting untuk mencegah pneumonia, termasuk vaksin influenza dan pneumokokus sesuai kebutuhan dan rekomendasi medis.

Selain vaksinasi, keluarga dapat membantu dengan memastikan lansia cukup makan dan minum, menjaga kebersihan tangan, memperhatikan ventilasi rumah, menghindari paparan asap rokok, serta membatasi kontak dengan orang yang sedang sakit. (lia)

***

Sudah mendaftar untuk Pelatihan Caregiver? 

 

ispa,influenza,pernapasan,paru-aru,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Bagaimana Cara Menyelamatkan Orang Tua Saat Kebakaran?

Lansia Minum Sedikit karena Takut Sering ke Toilet, Apa Risikonya?

Gigi Tak Lagi Sekuat Dulu? Ini 7 Sayuran yang Ramah untuk Kunyahan Lansia

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026