
GERIATRI.CO.ID - Wisata lansia tidak harus ke tempat yang ramai, mahal, atau penuh wahana. Sesekali, ajak Opa dan Oma berjalan-jalan mencari jejak masa lalu.
Salah satu kawasan yang menarik dicoba adalah Depok Lama. Bagi sebagian orang, Depok mungkin identik dengan kemacetan, kampus, mal, dan kawasan permukiman yang terus berkembang. Tetapi di balik wajah modernnya, ada kawasan yang menyimpan sejarah panjang.
Depok Lama berkembang dari kawasan yang pernah berkaitan erat dengan Cornelis Chastelein pada masa kolonial. Sejumlah peninggalan dan bangunan di kawasan ini menjadi bagian dari sejarah perkembangan Depok. Penelitian arkeologi juga mencatat bahwa pusat Depok pada masa lalu memiliki sejumlah ruas jalan penting, antara lain Kerkweg, Pasarstraat, Middenweg, dan Kartinistraat. Kawasan yang kemudian dikenal sebagai Depok Lama ini menjadi bagian penting dari sejarah kota.
Bahkan nama Pondok Cina yang sangat akrab bagi warga Depok juga memiliki cerita sejarah tersendiri. Kementerian Kebudayaan mencatat nama tersebut berkaitan dengan tempat tinggal sementara orang-orang Tionghoa yang mengelola lahan pertanian di sekitar Depok pada masa lalu.
Jadi, jalan-jalan di kawasan lama sebenarnya bisa menjadi semacam membuka kembali buku sejarah—hanya saja bukunya berupa jalan, bangunan dan lingkungan sekitar.
Opa-Oma Bisa Diajak Ngapain?
Tidak perlu membuat perjalanan seperti tur yang padat. Cukup pilih satu atau dua titik yang menarik.
Ajak Opa dan Oma melihat bangunan lama dari luar, menikmati suasana kawasan, kemudian duduk beristirahat sambil menikmati minuman atau makanan ringan.
Kalau Opa atau Oma masih kuat berjalan, perjalanan bisa dilanjutkan dengan berjalan santai dalam jarak pendek.
Kalau sudah mudah lelah, jangan dipaksakan. Gunakan kendaraan untuk berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Sebab, tujuan wisata lansia bukan berapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi, melainkan seberapa nyaman mereka menikmati perjalanan.
Yang Menarik Justru Ceritanya
Wisata semacam ini bisa menjadi lebih menyenangkan jika anak atau cucu ikut mengajak ngobrol.
“Dulu waktu Opa muda, Depok seperti apa?”
“Pernah enggak Oma lewat kawasan ini?”
“Dulu kalau mau pergi ke Jakarta naik apa?”
Pertanyaan sederhana seperti itu bisa membuka cerita yang selama ini tersimpan dalam ingatan. Bahkan mungkin anak dan cucu akan mendapatkan cerita yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.
Di sinilah wisata lansia menjadi berbeda. Bukan hanya melihat tempat, tetapi juga menggali kenangan.
Jangan Lupakan Kuliner
Setelah berjalan santai, tentu waktunya mencari makanan. Tidak harus restoran mewah. Justru makanan sederhana yang punya hubungan dengan kawasan setempat bisa menjadi bagian menarik dari perjalanan.
Sarapan bubur, lontong, kue tradisional, kopi atau teh hangat bisa menjadi penutup perjalanan yang menyenangkan.
Namun, untuk Opa-Oma, tetap perhatikan makanan yang dipilih. Jika memiliki pantangan tertentu, misalnya harus membatasi gula, garam, atau makanan berlemak, jangan sampai wisata justru berakhir dengan masalah kesehatan.
Tidak Perlu Lama-Lama
Wisata seperti ini justru tidak membutuhkan waktu seharian. Dua sampai tiga jam pun sudah cukup.
Misalnya pagi berangkat, melihat kawasan bersejarah, berbincang dengan Opa-Oma, mampir makan atau minum, lalu pulang sebelum tubuh terasa terlalu lelah.
Tetapi bagi lansia, kegiatan sederhana seperti ini bisa menjadi kesempatan untuk tetap aktif, bertemu keluarga, mengingat masa lalu, sekaligus menikmati suasana baru.
Karena wisata lansia tidak selalu tentang pergi jauh. Kadang, cukup berjalan sedikit lebih dekat—tetapi menemukan cerita yang selama ini ada di depan mata. (a2s)
***
Foto: Historische Studio di area SMP Kasih Kawasan Heritage Depok Lama (Foto: Bima/Diskominfo Depok).
***
Sudah mendaftar untuk Pelatihan Caregiver?
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri