Menjadikan Indonesia Bangsa yang 'Menang' di Era Aging Population


Sebaliknya, lansia harus tetap "menang"—menang atas keterbatasan fisik, menang atas kesepian, dan menang dalam menjaga kualitas hidup yang bermakna.

2026-10-01T08:06

GERIATRI.CO.ID - Setiap tanggal 1 Oktober, dunia memperingati "Hari Lanjut Usia Internasional" (International Day of Older Persons). Momen tahunan ini bukan sekadar seremoni pelengkap kalender, melainkan pengingat penting bagi kita semua tentang sebuah transisi demografi besar yang sedang berlangsung, termasuk di Indonesia.

Saat ini, Indonesia telah resmi memasuki era aging population (penuaan penduduk). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia telah menembus angka di atas 10 persen dari total populasi -- tepatnya 11,97%. Artinya, 1 dari 10 penduduk Indonesia saat ini adalah lansia. Fenomena ini tentu membawa tantangan tersendiri, tetapi sekaligus membuka peluang jika dikelola dengan bijak.

Menjadi lansia di era modern bukanlah perkara mudah. Ada berbagai tantangan kompleks yang membayangi kehidupan orang-orang tua kita yang memasuki usia senja.

Dari segi tantangan kesehatan dan fungsional, misalnya. Penurunan fungsi fisik, risiko penyakit tidak menular (seperti hipertensi, diabetes, dan stroke), serta potensi masalah kesehatan mental seperti kesepian (loneliness) dan demensia.

Jaminan sosial dan ekonomi juga merupakan tantangan. Banyak lansia yang masih harus bekerja di sektor informal demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena keterbatasan jaminan pensiun atau tabungan hari tua.

Demikian pula dengan perubahan struktur keluarga. Urbanisasi dan dinamika keluarga modern kerap membuat lansia tinggal sendirian atau terpisah jauh dari anak-cucu, yang memicu masalah isolasi sosial.

Menolak Pasrah: Lansia Harus Tetap 'Menang'

Di tengah berbagai dinamika dan tantangan tersebut, lansia tidak boleh hanya dipandang sebagai beban ketergantungan. Sebaliknya, lansia harus tetap "menang"—menang atas keterbatasan fisik, menang atas kesepian, dan menang dalam menjaga kualitas hidup yang bermakna.

Apa makna lansia yang "menang"?

Pertama, menang secara kesehatan. Tetap aktif bergerak, menjaga pola makan bergizi seimbang, rutin memeriksakan kesehatan ke dokter, dan tetap menstimulasi otak agar terhindar dari pikun.

Kedua, menang secara mental dan sosial. Terus terhubung dengan komunitas, rajin bersilaturahmi, serta memiliki kegiatan produktif yang disukai (seperti berkebun, memasak, atau aktif di kelompok lansia seperti Karang Werda/Posyandu Lansia).

Dan ketiga, menang secara kehormatan -- dan diakui peran dan keilmuannya. Pengalaman hidup lansia adalah akumulasi kearifan yang sangat berharga bagi generasi muda.

Peran Kita Bersama: Menuju Age-Friendly Indonesia

Agar para lansia bisa keluar sebagai "pemenang", mereka tidak bisa berjuang sendirian. Dibutuhkan dukungan dari lingkungan terdekat hingga kebijakan negara:

1. Keluarga sebagai benteng utama. Memberikan perhatian, ruang beraktivitas, serta kasih sayang yang tulus tanpa membatasi kemandirian lansia secara berlebihan.

2. Fasilitas umum yang ramah lansi. Penyediaan sarana transportasi, trotoar, dan layanan publik yang aman serta mudah diakses oleh lansia.

3. Layanan kesehatan terpadu. Penguatan layanan geriatri terpadu di puskesmas maupun rumah sakit untuk penanganan kesehatan lansia yang komprehensif.

Mari kita bersama-sama mewujudkan Indonesia yang ramah lansia, agar orang tua kita tidak hanya sekadar bertambah usia, tetapi juga menikmati hari tua yang sehat, bahagia, mandiri, dan bermartabat. Selamat Hari Lanjut Usia Internasional. (a2s)

***

Foto: Ilutrasi

***

 

Hari Lanjut Usia Internasional,Hari Lanjut Usia Internasional 2026,berita lansia,ageing population

ARTIKEL LAINNYA

Kemiskinan Lansia AS Naik, Usia 50-an Mulai Ikut Tertekan

Hari Lansia: Apa yang Bisa Dipelajari Anak Muda dari Orang Tua?

Bukan Sekadar Panjang Umur, Ini Arti Menua dengan Sehat Menurut WHO

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026