
GERIATRI.CO.ID - Bertambahnya usia sering dianggap sebagai perjalanan menuju semakin banyaknya keterbatasan. Padahal, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menua dengan sehat bukan berarti harus terbebas dari semua penyakit atau tetap sekuat saat muda.
Lebih dari sekadar panjang umur, healthy ageing atau penuaan sehat berarti mampu mempertahankan kemampuan untuk menjalani kehidupan yang bermakna di usia lanjut.
WHO mendefinisikan healthy ageing sebagai proses mengembangkan dan mempertahankan kemampuan fungsional (functional ability) yang memungkinkan seseorang tetap sejahtera di usia lanjut.
Bukan berarti harus bebas penyakit. Ini menjadi bagian penting dari konsep WHO. Lansia yang memiliki hipertensi, diabetes, gangguan penglihatan, atau penyakit kronis lainnya tetap dapat mengalami penuaan sehat jika kondisi tersebut terkelola dan tidak menghilangkan kemampuan mereka untuk menjalani aktivitas yang bermakna.
Dengan kata lain, ukuran penuaan sehat bukan hanya “penyakitnya ada atau tidak”, tetapi juga apa yang masih bisa dilakukan seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
WHO menjelaskan bahwa kemampuan fungsional terbentuk dari tiga hal: kapasitas fisik dan mental seseorang, lingkungan tempat ia hidup, serta interaksi antara keduanya.
Dalam kerangka Decade of Healthy Ageing 2021–2030, WHO menggambarkan kemampuan fungsional sebagai kemampuan seseorang untuk:
Artinya, seorang lansia yang masih dapat memilih makanan yang ingin dimakan, pergi ke tempat yang disukai, bertemu teman, mengambil keputusan mengenai dirinya sendiri, atau tetap melakukan kegiatan yang dianggap bermakna sedang mempertahankan bagian penting dari healthy ageing.
WHO membagi intrinsic capacity atau kapasitas intrinsik menjadi sejumlah kemampuan yang saling berkaitan, termasuk kemampuan bergerak, fungsi sensorik seperti penglihatan dan pendengaran, vitalitas, kognitif, serta kapasitas psikologis.
Karena itu, menjaga kesehatan lansia tidak cukup hanya dengan memperhatikan tekanan darah atau berat badan. Kemampuan berjalan, mendengar percakapan, mengingat, berpikir, mengelola emosi, hingga tetap memiliki energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari juga merupakan bagian penting dari penuaan sehat.
Ada hal lain yang sering terlupakan: lingkungan. WHO menekankan bahwa rumah, lingkungan sekitar, transportasi, teknologi, hubungan sosial, hingga sistem layanan kesehatan dapat membantu atau justru menjadi penghalang bagi kemampuan lansia untuk tetap aktif dan mandiri.
Misalnya, lansia yang masih mampu berjalan dengan baik bisa kehilangan kemandirian jika rumahnya memiliki tangga berbahaya, kamar mandi licin, atau lingkungan sekitar tidak menyediakan akses yang aman.
Karena itu, menciptakan lingkungan yang ramah lansia menjadi bagian dari upaya mencapai healthy ageing.
Konsep WHO juga mengingatkan bahwa penuaan sehat bukan semata-mata tugas individu. WHO melalui Decade of Healthy Ageing 2021–2030 mendorong empat bidang aksi: mengubah cara pandang terhadap usia dan penuaan, membangun komunitas yang mendukung kemampuan lansia, menyediakan layanan kesehatan yang terintegrasi dan berpusat pada kebutuhan individu, serta memastikan akses terhadap perawatan jangka panjang bagi lansia yang membutuhkannya.
Sebab, tidak semua keterbatasan yang dialami lansia dapat diselesaikan hanya dengan “menjaga pola hidup”. Terkadang yang dibutuhkan adalah lingkungan yang lebih aman, keluarga yang mendukung, layanan kesehatan yang tepat, alat bantu, atau sistem perawatan yang memungkinkan lansia tetap melakukan hal-hal yang penting bagi dirinya.
Jadi, apa arti panjang umur? Panjang umur tentu merupakan hal yang berharga. Tetapi bagi WHO, tujuan akhirnya bukan hanya menambah jumlah tahun kehidupan, melainkan memastikan tahun-tahun tersebut tetap memiliki kualitas dan makna. (lia)
***
Foto: Sepasang lansia (gemini.google.com)
***
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri