
GERIATRI.CO.ID - Di era digital yang serba cepat ini, media sosial bukan lagi milik generasi muda semata. Makin banyak lansia yang aktif menggunakan platform seperti WhatsApp, Facebook, maupun YouTube untuk menyapa cucu, mencari rekreasi, hingga mendapatkan informasi kesehatan. Namun, dunia digital juga menyimpan tantangan tersendiri bagi kesehatan fisik dan mental para senior.
Bagaimana agar para Opa dan Oma tetap bugar, aman, dan nyaman saat berselancar di dunia maya?
1. Batasi Durasi Layar demi Kesehatan Mata dan Fisik
Terlalu lama menatap layar ponsel atau tablet dapat menyebabkan mata lelah, kering, hingga pusing. Selain itu, posisi duduk yang terlalu lama tanpa berpindah dapat memicu kaku otot dan memperburuk nyeri sendi.
Terapkan prinsip 20-20-20. Setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat benda berjarak sekitar 6 meter (20 kaki). Imbangi pula dengan peregangan ringan di sela-sela aktivitas mengetik atau menggeser layar.
2. Saring Sebelum Sharing: Waspada Informasi Hoaks
Lansia kerap menjadi sasaran empuk penyebaran berita bohong (hoax), terutama topik-topik kesehatan yang bombastis atau tips pengobatan alternatif yang belum teruji medis. Membagikan informasi yang belum pasti kebenarannya tidak hanya memicu kecemasan diri sendiri, tetapi juga berpotensi membingungkan keluarga dan teman sebaya.
Tanamkan rasa skeptis yang sehat. Jika menerima pesan yang terkesan menakut-nakuti atau meminta untuk segera dibagikan, verifikasi terlebih dahulu ke sumber tepercaya seperti situs resmi kementerian kesehatan atau portal edukasi kesehatan terverifikasi.
3. Jaga Etika dan Keamanan Data Pribadi
Privasi di media sosial sangat penting untuk mencegah tindakan penipuan digital yang marak menyasar kelompok rentan. Lansia perlu diberi pemahaman untuk tidak sembarangan membagikan data sensitif.
Hindari mengunggah nomor KTP, alamat rumah, nomor rekening, atau jadwal bepergian secara mendetail di media sosial. Ajarkan pula penggunaan kata sandi yang kuat dan tidak membagikan kode OTP kepada siapa pun.
4. Manfaatkan Media Sosial untuk Penguatan Mental dan Sosial
Sisi positif media sosial yang paling dirasakan lansia adalah kemampuannya memangkas jarak. Bersosialisasi secara daring dapat mencegah rasa kesepian dan isolasi sosial yang kerap melanda usia lanjut.
Gunakan media sosial untuk bergabung dengan komunitas hobi, mendengarkan musik kegemaran, menyimak kajian spiritual, atau sekadar melakukan panggilan video (video call) rutin bersama keluarga tercinta. (a2s)
***
Foto: Ilustrasi (gemini.google.com)
***
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri