
GERIATRI.CO.ID - Bikin kue sendiri di rumah ternyata tidak harus rumit. Untuk lansia, kegiatan seperti membuat bolu kukus bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus melatih gerak tangan dan menjaga tetap aktif.
Salah satu yang mudah dibuat adalah bolu kukus pandan. Teksturnya lembut, aromanya harum, dan bahan-bahannya sederhana.
Bahan-bahan:
2 butir telur
6 sendok makan gula pasir
8 sendok makan tepung terigu
4 sendok makan santan atau susu cair
2 sendok makan minyak sayur
1/2 sendok teh baking powder
1/2 sendok teh pasta pandan
Garam secukupnya
Cara membuat
1. Siapkan kukusan
Panaskan kukusan terlebih dahulu. Tutup kukusan sebaiknya dibungkus dengan kain bersih agar uap air tidak menetes ke permukaan bolu.
2. Kocok telur dan gula
Masukkan telur dan gula ke dalam mangkuk. Kocok menggunakan mixer dengan kecepatan sedang hingga campuran menjadi lebih pucat dan mengembang.
Kalau tidak memiliki mixer, bisa menggunakan whisk, tetapi membutuhkan tenaga lebih.
3. Masukkan bahan lainnya
Tambahkan tepung terigu dan baking powder sedikit demi sedikit. Aduk perlahan. Kemudian masukkan santan atau susu, minyak sayur, pasta pandan, dan garam.
Aduk sampai adonan tercampur rata. Jangan terlalu lama mengaduk agar bolu tetap lembut.
4. Masukkan ke cetakan
Olesi cetakan dengan sedikit minyak. Tuangkan adonan, tetapi jangan sampai penuh. Sisakan ruang agar bolu bisa mengembang.
5. Kukus
Masukkan cetakan ke dalam kukusan yang sudah panas. Kukus sekitar 20–25 menit dengan api sedang.
Jangan terlalu sering membuka tutup kukusan karena perubahan suhu dapat membuat bolu kurang mengembang.
6. Cek kematangan
Tusukkan lidi atau tusuk gigi ke bagian tengah bolu. Jika tidak ada adonan yang menempel, berarti bolu sudah matang.
Angkat dan biarkan agak dingin sebelum dikeluarkan dari cetakan.
Supaya lebih nyaman untuk lansia
Membuat bolu bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan, tetapi tetap perhatikan keamanan. Bagian menyalakan kompor, mengangkat kukusan, dan mengeluarkan cetakan panas sebaiknya dibantu anggota keluarga atau pendamping, terutama bila lansia memiliki keseimbangan tubuh atau kekuatan tangan yang berkurang.
Lansia bisa mengambil bagian yang lebih ringan, seperti menyiapkan bahan, mengocok adonan, menuangkan adonan ke cetakan, dan menghias bolu.
Tak perlu mengejar hasil sempurna. Yang penting, membuat kue menjadi kegiatan yang menyenangkan, aman, dan membuat lansia tetap aktif. (a2s)
***
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri