
Oleh dr. Fatihah "Kiki" Fikriah
GERIATRI.CO.ID - "Dok, saya baru bisa tidur setelah mendekati tengah malam. Atau justru malam-malam saya terbangun, dan sulit tidur lagi." Kalimat semacam ini mungkin sudah tidak asing bagi siapa pun yang sehari-hari menemani atau merawat orang tua. Anehnya, keluhan ini jarang ditanggapi serius. Jawabannya biasanya seragam: "namanya juga sudah tua."
Anggapan itu keliru. Memang gangguan tidur lebih sering muncul seiring usia, tapi National Institute on Aging (NIA) menegaskan sulit tidur bukan bagian normal dari penuaan yang harus diterima begitu saja. Insomnia bahkan disebut sebagai masalah tidur paling umum pada orang berusia 60 tahun ke atas. Sebuah tinjauan di American Journal of Medicine mencatat lebih dari separuh lansia melaporkan gejalanya, dan ironisnya, justru karena dianggap "sudah biasa," kondisi ini sering luput dari penanganan yang semestinya.
Kurang tidur pada lansia bukan cuma bikin badan lemas esok harinya. Dampaknya bisa menjalar ke suasana hati, daya ingat, sampai risiko jatuh, hal-hal yang sering baru disadari setelah berlangsung lama. Berikut ulasan mengapa lansia lebih rentan mengalami gangguan tidur, apa dampaknya bila dibiarkan, dan langkah-langkah yang bisa membantu mereka tidur lebih nyenyak.
Mengapa Lansia Lebih Rentan Sulit Tidur?
Pola tidur memang berubah seiring usia. Lansia cenderung tidur lebih ringan dan lebih mudah terbangun dibanding saat masih muda, kata NIA, meski kebutuhan tidur secara keseluruhan sebenarnya tidak jauh berbeda dari orang dewasa pada umumnya. Jadi perubahan polanya yang membuat gangguan tidur lebih mudah muncul, bukan karena tubuh lansia "butuh tidur lebih sedikit" seperti anggapan yang sering beredar.
Banyak faktor lain ikut berperan di sini. Nyeri sendi, penyakit jantung, atau gangguan pernapasan bisa mengganggu kenyamanan tidur sepanjang malam. Sejumlah obat yang biasa dikonsumsi lansia, termasuk untuk tekanan darah atau kondisi jantung, kadang juga memengaruhi kualitas tidur sebagai efek samping. Belum lagi gangguan tidur yang memang lebih sering muncul di usia lanjut, seperti sleep apnea (jeda napas saat tidur) atau restless legs syndrome, dorongan tak tertahan untuk menggerakkan kaki yang biasanya muncul menjelang tidur.
Faktor psikologis juga berperan, walau sering luput dari perhatian. Kecemasan, kesepian, atau perubahan besar dalam hidup seperti pensiun dan kehilangan pasangan, semuanya bisa memengaruhi kualitas tidur lansia tanpa mereka sadari sebagai penyebabnya.
Dampak Kurang Tidur yang Sering Tidak Disadari
Kurang tidur pada lansia sering dikira sekadar bikin ngantuk di siang hari. Padahal dampaknya jauh lebih luas. Tidur yang buruk bisa memengaruhi suasana hati, daya ingat, bahkan keselamatan sehari-hari, termasuk meningkatkan risiko jatuh akibat rasa kantuk atau kurang fokus, begitu catatan NIA.
Ada satu kaitan yang cukup penting antara gangguan tidur dan kesehatan otak. Sejumlah riset menunjukkan hubungan antara masalah tidur dengan gangguan kognitif ringan, sehingga menangani gangguan tidur sejak dini bisa jadi salah satu cara menjaga fungsi kognitif lansia, bukan sekadar soal kenyamanan tidur semata.
Insomnia jangka pendek biasanya dipicu stres atau perubahan rutinitas, dan umumnya membaik dengan sendirinya. Tapi kalau kesulitan tidur berlangsung lebih dari tiga bulan dan tidak bisa dijelaskan sepenuhnya oleh sebab medis lain, itu sudah masuk kategori insomnia kronis menurut NIA, dan sebaiknya tidak dibiarkan tanpa penanganan.
Kapan Perlu Berkonsultasi ke Dokter
Kalau lansia kesulitan tidur atau mempertahankan tidur setidaknya tiga malam dalam seminggu, ditambah rasa lelah berlebihan, gangguan suasana hati, atau sulit berkonsentrasi di siang hari, ini saatnya konsultasi ke dokter. Bukan sesuatu yang harus ditoleransi begitu saja. Insomnia yang memenuhi kriteria ini perlu dievaluasi untuk mencari penyebab yang mendasarinya, jelas American Academy of Sleep Medicine (AASM), karena penanganan yang tepat sasaran biasanya jauh lebih efektif dibanding sekadar mengandalkan obat tidur.
Langkah Membantu Lansia Tidur Lebih Nyenyak
Penutup
Sulit tidur pada lansia memang sering terjadi, tapi bukan berarti harus diterima begitu saja sebagai bagian dari menua. Mengenali penyebabnya, memperbaiki kebiasaan tidur, dan konsultasi ke dokter bila keluhan berlangsung lama, semua ini bisa membantu lansia mendapatkan kembali tidur yang berkualitas sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mentalnya secara keseluruhan.
***
Daftar Pustaka
1. National Institute on Aging (NIA), National Institutes of Health (NIH). Sleep and Older Adults. https://www.nia.nih.gov/health/sleep/sleep-and-older-adults
2. Patel, D., Steinberg, J., & Patel, P. (2018). Insomnia in the Elderly: A Review. Journal of Clinical Sleep Medicine, American Academy of Sleep Medicine (AASM). https://jcsm.aasm.org/doi/10.5664/jcsm.6906
3. Bloom, H.G., et al. Evidence-Based Recommendations for the Assessment and Management of Sleep Disorders in Older Persons. The American Journal of Medicine. https://www.amjmed.com/article/S0002-9343(05)01056-9/fulltext
4. Kim, S., et al. (2024). A Review of Insomnia Treatments for Patients with Mild Cognitive Impairment. PMC, National Institutes of Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8219491/
5. Wang, F., et al. (2024). Exercise Intervention in Middle-Aged and Elderly Individuals with Insomnia Improves Sleep and Restores Connectivity in the Motor Network. PMC, National Institutes of Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10959941/
6. Anderson, A.R., et al. (2025). Does Sunlight Exposure Predict Next-Night Sleep? A Daily Diary Study Among U.S. Adults. Journal of Health Psychology. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/13591053241262643
7. Düzgün, G., & Durmaz Akyol, A. (2017). Effect of Natural Sunlight on Sleep Problems and Sleep Quality of the Elderly Staying in the Nursing Home. Holistic Nursing Practice, 31(5). https://solarlits.com/jd/5-14
* Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis langsung. Bagi lansia dengan keluhan sulit tidur yang berlangsung lama, disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk mencari penyebab dan penanganan yang tepat.
***
Foto: Ilustrasi (gemini.google.com)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri