Hari Jantung Sedunia 2026: Jaga Jantung Mulai Hari Ini


Pesan ini menjadi penting bagi lansia. Namun, ada kelompok lain yang tak kalah penting: pralansia.

2026-09-29T07:37

GERIATRI.CO.ID - Jantung tidak menunggu kita menjadi lansia untuk mulai bermasalah. Karena itu, menjaga kesehatan jantung seharusnya dimulai jauh sebelum usia 60 tahun.

Setiap 29 September diperingati sebagai "Hari Jantung Sedunia". Pada 2026, World Heart Federation mengangkat pesan “Don’t Miss a Beat”, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan tanda-tanda penyakit jantung yang bisa saja muncul tanpa disadari.

Pesan ini menjadi penting bagi lansia. Namun, ada kelompok lain yang tak kalah penting: pralansia.

Mereka yang kini berada di usia sekitar 50-an, misalnya, mungkin masih merasa sehat, masih bekerja, bepergian, mengurus keluarga, bahkan merasa tubuhnya belum perlu terlalu diperhatikan. Padahal, berbagai faktor risiko penyakit jantung bisa sudah terbentuk jauh sebelumnya.

Jangan tunggu usia 60 tahun

Memasuki usia lanjut, risiko penyakit jantung memang meningkat. Kementerian Kesehatan juga menempatkan penyakit jantung sebagai salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian pada lansia.

Tetapi persoalannya bukan hanya usia.

Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, berat badan berlebih, kurang bergerak, kebiasaan merokok, serta pola makan tinggi gula, garam, dan lemak dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. WHO menegaskan bahwa banyak penyakit kardiovaskular dapat dicegah dengan mengendalikan faktor-faktor risiko tersebut.

Itulah sebabnya pralansia perlu mulai waspada.

Bukan berarti setiap orang berusia 50-an akan mengalami penyakit jantung. Namun, usia pralansia adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi kebiasaan hidup sebelum memasuki usia lanjut.

Merasa sehat bukan berarti bebas risiko

Salah satu masalah penyakit jantung adalah faktor risikonya sering kali tidak menimbulkan keluhan yang terasa.

Hipertensi, misalnya, kerap tidak menunjukkan gejala. WHO menyebut pengukuran tekanan darah merupakan cara penting untuk mengetahui apakah seseorang mengalami hipertensi. Bila tidak dikendalikan, hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Karena itu, jangan menunggu dada terasa sakit baru memeriksakan kesehatan.

Bagi pralansia dan lansia, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, berat badan, serta evaluasi faktor risiko lainnya perlu menjadi bagian dari perhatian kesehatan rutin.

Mulai dari hal yang sederhana

Menjaga jantung sebenarnya tidak selalu membutuhkan perubahan besar.

Kurangi rokok. Batasi makanan terlalu asin, manis dan berlemak. Perbanyak sayur dan buah. Jaga berat badan. Tidur cukup. Kelola stres. Dan yang tak kalah penting, tetap aktif bergerak sesuai kemampuan.

Dalam kampanye Hari Jantung Sedunia 2026, World Heart Federation juga mengajak masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik. Bahkan berjalan kaki termasuk aktivitas yang dihitung dalam gerakan untuk menjaga kesehatan jantung.

Bagi lansia, aktivitas tentu perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Bagi pralansia, inilah saat yang baik untuk membangun kebiasaan tersebut sebelum memasuki usia lanjut.

Jadi, "Hari Jantung Sedunia" bukan hanya milik mereka yang sudah lansia. Bagi yang berusia 50-an, bahkan lebih muda, pesan ini juga penting: jangan tunggu jantung memberi peringatan baru kita mulai peduli.

Sebab menjaga jantung hari ini adalah salah satu cara mempersiapkan masa lansia yang lebih sehat, aktif, dan mandiri. (a2s)

***

Foto: Selamat Hari Jantung Sedunia 2026!

***
 

 

Hari Jantung Sedunia,Hari Jantung Sedunia 2026,pralansia,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Yang Berjalan Sendirian, Hati-Hati Menyeberang Jalan ya

Singapura Masuk Era “Super-Lansia”, Ketika 1 dari 5 Warganya Berusia 65 Tahun ke Atas

Gigi Sudah Tidak Lengkap, Bagaimana Menjaga Nutrisi Lansia Tetap Terpenuhi?

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026