
GERIATRI.CO.ID – Hotel bukan sekadar tempat untuk tidur saat bepergian. Beberapa hotel di Indonesia justru menyimpan cerita panjang tentang perjalanan bangsa.
Bayangkan, kita menginap di sebuah hotel yang sudah ada sejak abad ke-19. Bangunannya mungkin sudah mengalami renovasi, namanya berganti, bahkan fungsi ruangnya berubah. Namun jejak sejarahnya masih bertahan sampai sekarang.
Berikut lima hotel tua di Indonesia yang masih beroperasi dan menarik untuk dikunjungi.
1. Hotel Salak The Heritage, Bogor – sejak 1856
Hotel Salak The Heritage menjadi salah satu nama yang paling sering disebut ketika membicarakan hotel tertua di Indonesia. Cikal bakal penginapan ini sudah ada sejak 1856, ketika Bogor masih dikenal sebagai Buitenzorg. Dahulu namanya antara lain Bellevue-Dibbets Hotel.
Lokasinya berada di kawasan Jalan Ir. H. Juanda, tidak jauh dari Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor. Hotel ini melewati berbagai periode sejarah, termasuk masa pendudukan Jepang dan masa awal Indonesia merdeka.
Kini, hotel tersebut dikenal sebagai Hotel Salak The Heritage.
2. Hotel Sriwijaya, Jakarta – sejak 1863
Sriwijaya Hotel punya cerita yang tak kalah panjang. Bangunannya bermula dari usaha restoran dan toko kue milik Conrad Alexander Willem Cavadino pada 1863. Beberapa tahun kemudian, tempat tersebut berkembang menjadi hotel bernama Hotel Cavadino.
Nama hotel beberapa kali berubah sebelum akhirnya dikenal sebagai Hotel Sriwijaya pada era 1950-an.
Letaknya di kawasan Jalan Veteran, Jakarta Pusat, membuat hotel ini berada dekat dengan sejumlah bangunan bersejarah penting di Jakarta.
3. Hotel Savoy Homann, Bandung – jejak sejak abad ke-19
Hotel Savoy Homann Bandung merupakan salah satu hotel bersejarah paling terkenal di Bandung.
Cikal bakal Hotel Homann sudah ada sejak 1870-an, meski sumber berbeda mencantumkan tahun 1871, 1872, hingga 1880. Bangunan yang sekarang terlihat dengan gaya art deco sendiri merupakan hasil pembangunan kembali pada akhir 1930-an.
Hotel ini kemudian menjadi salah satu tempat penting saat Konferensi Asia-Afrika 1955, ketika sejumlah delegasi negara menginap di sana.
Jadi, datang ke Savoy Homann bukan hanya soal menginap. Ada sejarah dunia yang pernah berlangsung di sekitarnya.
4. Grand Inna Medan – sejak 1898
Grand Inna Medan membawa kita ke Sumatera Utara.
Hotel ini memiliki akar sejarah dari Hotel de Boer, yang didirikan pada 1898 oleh pengusaha Belanda Aeint Herman de Boer.
Pada masanya, hotel ini menjadi tempat menginap sejumlah tamu penting dari Eropa. Setelah Indonesia merdeka, pengelolaannya beralih dan hotel terus berkembang hingga dikenal sebagai Grand Inna Medan.
Kini hotel tersebut tetap menjadi salah satu bangunan bersejarah di pusat Kota Medan.
5. Hotel Pelangi, Malang – sejak 1916
Beranjak ke Malang, ada Hotel Pelangi.
Hotel ini berdiri pada 1916 dengan nama Palace Hotel. Pada masa pendudukan Jepang, namanya sempat berubah menjadi Hotel Asoma, sebelum kemudian dikenal sebagai Hotel Pelangi sejak 1953.
Letaknya di kawasan Alun-Alun Kota Malang membuat hotel ini menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana kota tua sekaligus berwisata dengan santai.
Mau mencoba menginap di sini. Cek rate-nya ya, khusus untuk tanggal 3 Oktober - 4 Oktober 2026.
Hotel The Heritage Salak (mulai) Rp 620.000
Hotel Sriwijaya (mulai) Rp 715.000
The Savoy Homann (mulai) Rp 610.000
Grand Inna Meda (mulai) Rp 1.006.939
Hotel Pelangi (Agoda) (mulai) Rp 434.771
***
Foto: savoyhomannbandung.com
***
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri