
GERIATRI.CO.ID - Lagu-lagu karya Iwan Fals memang punya tempat istimewa di hati para (lelaki) pra-lansia, kelompok usia 45–59 tahun yang kini tengah bersiap memasuki masa senior. Bagi generasi yang tumbuh di era 80-an dan 90-an, deretan lirik dan alunan gitar sang maestro bukan sekadar musik hiburan, melainkan perekam jejak kehidupan, media kontemplasi, hingga terapi emosional yang nostalgia.
Berikut beberapa lagu ikonis Iwan Fals beserta jalinan kenangan yang erat kaitannya dengan fase hidup pra-lansia:
1. Sarjana Muda – Jejak Perjuangan Karier dan Pengabdian
Bagi pra-lansia yang dahulu berjuang mencari kerja di pertengahan 80-an atau awal 90-an, lagu ini adalah cermin masa lalu. Kisah melangkah di tengah terik matahari membawa ijazah sangat terpatri di ingatan.
2. Yang Terlupakan – Nostalgia Asmara Masa Muda
Lagu yang populer dengan lirik "Rasa sesal di dasar hati, diam tak mau pergi..." ini sering membawa pra-lansia memutar kembali ingatan ke masa-masa cinta monyetan atau dinamika hubungan di usia muda.
3. Ibu – Penghormatan dan Kenangan Orang Tua
Di usia pra-lansia, banyak individu yang telah kehilangan sosok orang tua atau sedang merawat orang tua yang sudah memasuki usia lansia. Lagu ini kerap menjadi wadah katarsis emosional untuk melepas rindu sekaligus merenungi nilai-nilai kasih sayang keluarga.
4. Bento & Bongkar – Energi Kebersamaan dan Jiwa Muda
Dua lagu dari era SWAMI ini selalu berhasil membakar semangat. Irama yang energik membuat pendengarnya spontan bernyanyi bersama.
Duh, jadi inget Iwan Fals deh itu. Ya sudah, setel ini saja deh :)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri