
GERIATRI.CO.ID - Menjaga kesehatan lansia tidak selalu harus menunggu sampai muncul keluhan. Di rumah pun, kondisi tubuh bisa dipantau dengan beberapa alat sederhana. Yang penting, alatnya tepat dan cara menggunakannya juga benar.
Bagi lansia, beberapa alat pemantau kesehatan cukup membantu keluarga mengetahui perubahan kondisi sejak awal. Tensimeter, misalnya, dapat digunakan untuk memantau tekanan darah. Ada pula termometer untuk mengukur suhu tubuh dan pulse oximeter untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah serta denyut nadi.
Namun, memiliki alat saja belum cukup. Cara penggunaan yang keliru bisa menghasilkan angka yang tidak akurat dan membuat keluarga salah mengambil kesimpulan.
Pertama, tensimeter. Sebelum mengukur tekanan darah, lansia sebaiknya duduk tenang sekitar lima menit. Punggung bersandar, kaki menapak di lantai dan tidak menyilang. Lengan diletakkan di atas meja dengan posisi kurang lebih sejajar dengan jantung. Manset dipasang pada lengan sesuai petunjuk alat, lalu pengukuran dilakukan tanpa berbicara atau bergerak.
Sebaiknya pengukuran dilakukan pada waktu yang relatif sama jika memang sedang melakukan pemantauan rutin. Hasilnya juga dicatat, termasuk tanggal dan waktunya. Dengan begitu, keluarga dapat melihat apakah terdapat perubahan dari waktu ke waktu.
Kedua, termometer. Pastikan termometer bersih dan digunakan sesuai petunjuk produsennya. Untuk termometer digital, letakkan pada bagian tubuh yang memang direkomendasikan alat, tunggu hingga tanda pengukuran selesai, kemudian baca hasilnya. Hindari mengukur segera setelah lansia minum minuman panas atau dingin jika metode pengukuran dapat dipengaruhi kondisi tersebut.
Ketiga, pulse oximeter. Alat kecil yang biasanya dipasang pada ujung jari ini dapat menunjukkan saturasi oksigen dan denyut nadi. Pastikan jari dalam kondisi hangat, bersih, dan tidak tertutup cat kuku atau benda lain yang dapat mengganggu pembacaan. Pasang alat, diamkan tangan beberapa saat, lalu tunggu sampai angka relatif stabil.
Yang juga penting, jangan terpaku pada satu angka. Hasil pengukuran perlu dilihat bersama kondisi lansia dan riwayat kesehatannya. Jika hasil pengukuran berulang kali tidak seperti biasanya, atau lansia mengalami keluhan seperti sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, atau kondisi yang memburuk, jangan hanya mengandalkan alat di rumah. Segera cari pertolongan medis.
Alat pemantau kesehatan pada akhirnya bukan pengganti dokter. Fungsinya lebih sederhana, tetapi penting: membantu keluarga mengenali perubahan kondisi lansia, mencatatnya, dan menjadi informasi saat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. (a2s)
***
(Foto: Tensimeter, termometer, pulse oximeter)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri