Dunia Menua, Kebutuhan Perawatan Lansia Ikut Melonjak


Artinya, perhatian tidak hanya diarahkan pada panti atau fasilitas perawatan. Rumah dan komunitas juga menjadi bagian penting dari sistem perawatan lansia.

2026-09-24T07:07

GERIATRI.CO.ID - Menjadi tua bukan hanya soal bertambahnya usia. Pada suatu titik, sebagian orang mungkin membutuhkan bantuan untuk melakukan hal-hal sederhana yang sebelumnya bisa dilakukan sendiri, seperti makan, mandi, berpindah tempat, atau menjalani aktivitas sehari-hari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar dua dari tiga orang yang mencapai usia lanjut akan membutuhkan perawatan dan dukungan dari orang lain pada suatu titik dalam kehidupannya. Kebutuhan ini bisa muncul secara tiba-tiba akibat penyakit atau kejadian tertentu, maupun berkembang perlahan seiring menurunnya kemampuan seseorang.

Besarnya kebutuhan tersebut membuat perawatan lansia tidak lagi bisa hanya dianggap sebagai urusan keluarga. Dunia mulai melihat perlunya sistem perawatan jangka panjang (long-term care) yang lebih terstruktur.

Kabar terbarunya, WHO pada 18 Mei 2026 merilis rancangan Global Standards for Long-Term Care untuk konsultasi publik.

Dokumen ini menjadi rancangan standar global pertama WHO yang secara khusus ditujukan untuk membantu negara merencanakan, menyediakan, memantau, dan meningkatkan kualitas layanan perawatan jangka panjang bagi lansia. Konsultasi publik berlangsung hingga 30 Oktober 2026.

Rancangan tersebut mencakup delapan area, mulai dari prinsip dan definisi, layanan berbasis rumah dan komunitas, fasilitas perawatan, dukungan bagi caregiver keluarga, tenaga kerja, pembiayaan, tata kelola, hingga pemantauan kualitas.

Artinya, perhatian tidak hanya diarahkan pada panti atau fasilitas perawatan. Rumah dan komunitas juga menjadi bagian penting dari sistem perawatan lansia.

WHO menilai sistem perawatan jangka panjang di banyak negara masih terfragmentasi dan kualitasnya tidak merata. Banyak negara juga belum memiliki kerangka nasional yang jelas mengenai seperti apa kualitas perawatan yang seharusnya diterima lansia.

Standar global diharapkan dapat memberikan acuan bersama mengenai kualitas layanan dan hak orang yang menerima perawatan.

Perawatan jangka panjang bukan hanya tentang memastikan lansia makan, mandi, minum obat, dan tidur tepat waktu. WHO menekankan bahwa sistem perawatan seharusnya membantu lansia tetap menjalani kehidupan dengan martabat, otonomi, dan kesempatan untuk berpartisipasi. 

Perawatan juga perlu berpusat pada kebutuhan, nilai, dan pilihan masing-masing individu. Karena itu, lansia yang membutuhkan bantuan bukan berarti harus kehilangan seluruh kendali atas kehidupannya. (lia)

***

Foto: 
 

perawat,caregiver,dunia menua,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Seperti SBY, Lansia Juga Bisa Tetap Berkarya Lewat Lukisan

Wortel: Sayuran Murah yang Bersahabat dengan Lansia

Rumah Tangga Lansia Masih Bergantung pada Keluarga

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026