Jangan Asal Pilih, Ini Hal yang Perlu Dicek Sebelum Memilih Home Care Lansia


Rumah merupakan lingkungan yang familiar bagi lansia, tetapi juga dapat menyimpan risiko.

2026-08-25T11:34

GERIATRI.CO.ID - Memilih home care untuk lansia bukan sekadar mencari seseorang yang bisa menemani orang tua di rumah. Ada kebutuhan kesehatan, keamanan, kenyamanan, hingga kondisi emosional lansia yang perlu dipertimbangkan.

Apalagi, kebutuhan setiap lansia berbeda. Ada yang hanya membutuhkan bantuan aktivitas sehari-hari, sementara lainnya memerlukan perawatan setelah sakit, pemantauan obat, fisioterapi, atau pendampingan untuk kondisi kronis.

Karena itu, sebelum memilih layanan home care, keluarga sebaiknya tidak hanya melihat harga. Berikut tujuh hal yang penting diperiksa.

1. Pastikan jenis layanan sesuai kebutuhan

Pertama, tentukan dulu bantuan seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan lansia.

Jangan sampai keluarga membayar layanan yang tidak dibutuhkan, atau sebaliknya memilih layanan yang ternyata tidak mampu menangani kondisi lansia.

2. Periksa siapa yang akan merawat

Tanyakan dengan jelas siapa yang akan datang ke rumah dan apa kompetensinya.

Jika lansia membutuhkan tindakan atau perawatan medis, pastikan tenaga yang memberikan layanan memiliki kualifikasi sesuai tugasnya.

Keluarga juga sebaiknya mengetahui pengalaman caregiver atau tenaga kesehatan tersebut dalam menangani lansia, terutama jika orang tua memiliki demensia, gangguan mobilitas, atau penyakit kronis.

3. Tanyakan bagaimana kondisi lansia dipantau

Home care bukan hanya soal datang ke rumah dan membantu aktivitas lansia.

Tanyakan apakah layanan memiliki catatan perkembangan kondisi lansia, bagaimana perubahan kondisi dilaporkan kepada keluarga, serta siapa yang harus dihubungi jika terjadi keadaan darurat.

Koordinasi antara keluarga dan tenaga kesehatan penting agar perubahan kondisi lansia tidak terlewatkan.

4. Jangan lupakan keamanan

Rumah merupakan lingkungan yang familiar bagi lansia, tetapi juga dapat menyimpan risiko.

Karena itu, tanyakan apakah penyedia home care juga dapat membantu mengidentifikasi risiko keselamatan di rumah dan memberikan rekomendasi penyesuaian lingkungan.

5. Cari tahu biaya secara lengkap

Jangan hanya menanyakan “berapa biaya per bulan?” Tanyakan apa saja yang sudah termasuk dalam biaya tersebut.

Misalnya:

  • durasi pendampingan;
  • jenis layanan;
  • kunjungan tenaga kesehatan;
  • biaya transportasi;
  • layanan pada malam hari atau hari libur;
  • biaya tambahan jika kondisi lansia membutuhkan layanan tertentu.

Dengan mengetahui rincian sejak awal, keluarga dapat menghindari biaya tambahan yang tidak terduga.

6. Perhatikan apakah lansia merasa nyaman

Home care memang dipilih oleh keluarga, tetapi yang akan berinteraksi setiap hari adalah lansia.

Pendekatan perawatan lansia saat ini menekankan pentingnya person-centred care, yaitu pelayanan yang mempertimbangkan kebutuhan, nilai, serta preferensi individu lansia. WHO menempatkan pendekatan tersebut sebagai bagian penting dalam layanan perawatan jangka panjang.

7. Jangan memutuskan hanya berdasarkan harga

Home care dengan biaya paling murah belum tentu menjadi pilihan yang paling sesuai.

Sebaliknya, layanan paling mahal juga belum tentu paling dibutuhkan.

Pertimbangkan secara keseluruhan: kompetensi tenaga, jenis layanan, keamanan, komunikasi, fleksibilitas, reputasi penyedia layanan, serta kenyamanan lansia.

Keluarga juga dapat meminta informasi mengenai izin atau registrasi penyedia layanan sesuai ketentuan yang berlaku di wilayahnya.

Pada akhirnya, tujuan home care bukan sekadar membuat lansia mendapatkan bantuan di rumah.

Perawatan yang baik seharusnya membantu lansia tetap aman, nyaman, terawat, dan sebisa mungkin mempertahankan kemandirian serta aktivitas yang bermakna bagi mereka.

WHO menjelaskan bahwa perawatan jangka panjang perlu membantu lansia mempertahankan kemampuan fungsional sehingga mereka tetap dapat melakukan hal-hal yang mereka anggap penting dalam kehidupan. (lia)

homecare,home care,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

10 Langkah Membersihkan Rumah Setelah Hujan Abu Vulkanik

Anak Krakatau Kembali Erupsi, Lansia Perlu Waspada terhadap Abu Vulkanik

Mengenal Terapi Alternatif pada Lansia

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026