
GERIATRI.CO.ID - Siapa bilang upacara bendera dan baris-berbaris hanya milik anak muda atau anak sekolah? Di Pekalongan, para lanjut usia (lansia) justru membuktikan sebaliknya. Menjelang dan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga RW 09 Perumahan Podosugih, Kota Pekalongan, menggelar upacara bendera yang sangat berkesan dan berbeda dari biasanya.
Bagaimana tidak? Barisan peserta hingga jajaran petugas upacara di lapangan bulu tangkis setempat itu didominasi oleh para lansia dan pensiunan. Demikian diberitakan oleh batiktv.id.
Dengan pakaian rapi dan postur tubuh berdiri tegap, para senior ini mengikuti seluruh rangkaian prosesi dengan penuh rasa khidmat. Mulai dari pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, hingga menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, semuanya dijalankan dengan disiplin dan penuh rasa bangga.
Keterlibatan aktif ini bukan sekadar ajang nostalgia, melainkan wujud nyata dari konsep active and healthy aging (penuaan aktif dan sehat). Para lansia di RW 09 Podosugih membuktikan bahwa bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti berkarya dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.
Dalam upacara tersebut, Ketua RW 09, Aris Setiadi, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kolaborasi antar-generasi juga terlihat apik ketika posisi dirigen dipercayakan kepada warga yang lebih muda untuk menjaga tempo lagu-lagu kebangsaan. Hal ini menunjukkan harmonisasi yang indah antara generasi senior dan junior dalam menjaga semangat kebersamaan.
Upacara kemerdekaan di RW 09 Podosugih ini ternyata bukan kali pertama digelar. Tahun ini merupakan tahun keenam tradisi tersebut dijalankan secara rutin. Meski diadakan dengan anggaran yang sederhana, hal itu sama sekali tidak mengurangi rasa kebersamaan dan antusiasme ratusan warga dari RT 01 hingga RT 05.
Menariknya, kemeriahan tidak berhenti begitu pengibaran bendera selesai. Rangkaian acara dilanjutkan dengan:
Bagi seorang lansia, kegiatan sosial dan interaksi kemasyarakatan seperti ini memiliki dampak positif yang sangat besar. Selain menjaga kesehatan fisik melalui aktivitas bergerak, berkumpul dan bersosialisasi dapat mencegah rasa kesepian, menjaga kesehatan mental, serta memelihara fungsi kognitif otak agar tetap tajam.
Kisah dari Podosugih ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua: fisik dan tenaga mungkin tak lagi sama seperti masa muda, namun rasa cinta pada tanah air, semangat kebersamaan, dan jiwa kemerdekaan tidak pernah mengenal kata tua.
***
(Foto: batiktv.id)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri