
Oleh dr. Fatihah Fikriah
Geriatri - Selama ini, kata "kolesterol" kerap menjadi momok yang menakutkan, terutama bagi kita yang mulai memasuki usia senja. Begitu mendengar kata ini, yang terlintas di pikiran biasanya adalah ancaman penyakit jantung atau stroke. Namun, benarkah kolesterol sepenuhnya jahat?
Mari kita bedah faktanya secara jernih.
Pabrik Alami di Dalam Tubuh Anda
Sebenarnya, kolesterol adalah senyawa lemak (lipid) yang esensial. Tubuh kita bukanlah konsumen pasif yang hanya menerima kolesterol dari makanan; tubuh kita adalah produsen utamanya.
Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa setiap hari, hati (liver) kita bekerja keras memproduksi sekitar 700 hingga 900 mg kolesterol secara alami. Kita hanya membutuhkan tambahan sekitar 300 hingga 500 mg saja dari makanan harian kita.
Artinya, secara biologis, tubuh kita memang merancang kolesterol untuk selalu ada.
Sistem "Transportasi" Kolesterol: Mengenal LDL dan HDL
Secara sifat dasar, kolesterol tidak bisa larut dalam air. Karena darah manusia sebagian besar terdiri dari air, kolesterol tidak bisa "berenang" sendirian untuk berkeliling tubuh.
Untuk menyiasatinya, tubuh menciptakan kendaraan khusus bernama lipoprotein—sebuah kombinasi cerdas antara protein dan lemak yang berfungsi sebagai kurir resmi. Dari sistem transportasi inilah lahir dua istilah yang pasti sudah akrab di telinga Anda:
4 Fungsi Vital: Alasan Mengapa Tubuh Mustahil Hidup Tanpa Kolesterol
Tanpa kita sadari, senyawa yang sering dimusuhi ini justru menjadi bahan bakar di balik layar untuk berbagai fungsi organ yang vital:
Kesimpulan: Ini Bukan Soal "Ada atau Tiada", tapi Soal Keseimbangan
Kesimpulannya sangat sederhana: Tanpa kolesterol, tubuh kita tidak akan bisa berfungsi secara normal. Masalah kesehatan yang selama ini kita takuti sebenarnya bukan disebabkan oleh kehadiran kolesterol itu sendiri, melainkan karena hilangnya keharmonisan di dalam sistem transportasi tadi. Bahaya baru mengintai ketika kadar LDL (si kurir) terlalu tinggi dan HDL (si pembersih) terlalu rendah, yang memicu penumpukan di dinding pembuluh darah.
Menjaga kesehatan di usia matang bukanlah tentang memusuhi kolesterol, melainkan tentang menjaga agar kedua "kendaraan" ini tetap beroperasi dalam porsi yang seimbang
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri